Polhut BBTNGL Kembali Amankan Kayu Ilegal

Penebang Ilegal

KABARHUKUM-Medan | Kayu ilegal yang diangkut menggunakan minibus di daerah Pangkalan Susu, Langkat kembali diamankan Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (Polhut BBTNGL). Sayangnya, petugas tidak berhasil menangkap pengemudi karena telah keburu melarikan diri.

Peristiwa ini disampaikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBTNGL, P. Turnip sembari menjelaskan bahwa kayu tersebut diangkut dengan mobil Panther berwarna merah bernomor polisi BK 1364 LX dengan kondisi kursi belakan sudah dilepaskan.

Menurut Turnip, pihaknya telah mengamankan 8 batang broti ukuran 1×9 meter, dan 33 batang papan dari operasi tersebut. “Jadi, anggota seksi 6, sedang ngetem di daerah Sekoci sana. Mereka melihat pelaku membawa kayu curiga karena mobil terasa berat, lalu diikuti sampai Pangkalan Susu. Waktu distop, petugas mau ditabrak pengemudi dan ketika berhasil lari, pengemudinya melarikan diri. Mobilnya ditinggalkan. Ketika dicek mobil itu, ternyata isinya kayu damar dan meranti,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk sementara mobil beserta kayu tersebut diamankan di kantor BBTNGL di Jalan Selamat, Medan. “Dari sini kita akan minta bantuan ke pihak lantas untuk menemukan pemilik mobil itu. Disinyalir ini milik dari orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kita, inisialnya SD. Kalo itu benar, maka kita sudah bisa tetapkan dia sebagai tersangka dan kita akan minta bantuan ke Polres untuk melakukan penangkapan,”ungkapnya.

Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman 3 tahun penjara dan maksimal 5 tahun dengan denda Rp 500 juta.(Sas)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda