Mesin adalah Penyebab Sebagian Besar Kecelakaan Pesawat Militer

ko
Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin

 

KABARHUKUM-Jakarta | Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin mengatakan, hampir sebagian besar penyebab kecelakaan pesawat militer selama ini adalah mesin.

“Hasil-hasil penyelidikan kecelakaan pesawat militer selama ini menunjukkan, penyebabnya adalah mesin. Jadi masalahnya ada di perawatan, atau di kondisi mesin itu sendiri.” kata TB Hasanudin.

Dia menunjuk pada fakta bahwa sebagian besar pesawat TNI AU sudah cukup tua. Pesawat Hercules yang jatuh di Medan (30/06) buatan tahun 1964. Dan faktor usia itu terkait juga dengan kelaikan terbang.
Pesawat tua

Dalam catatannya, dari 24 pesawat Hercules yang dimiliki TNI AU, hanya 14 yang laik terbang dan dioperasikan, termasuk Hercules tipe B -yang sama dengan yang jatuh di Medan ini- yang tinggal tersisa dua dan diperintahkan untuk tidak diterbangkan untuk evaluasi.

Yang harus juga dilakukan sekarang, kata TB Hasanudin, adalah evaluasi seluruh kebijakan tentang alat utama sistem pertahanan, termasuk pesawat-pesawat TNI AU, mengingat sejak 2009 terjadi setidaknya tujuh kecelakaan.
Di antaranya adalah jatuhnya dua Hercules dalam selang waktu kurang dari sebulan pada tahun 2009: di Wamena (HErcules tipe B, tanggal 10 Mei 2009) dan di Magetan (Hercules tipe A, 20 Mei 2009).

“Harus dievaluasi sungguh-sungguh. Diperiksa semua pesawat. Kalau yang tidak layak terbang, dalam keadaan damai dan bukan situasi perang, pesawat itu tidak boleh terbang,” cetus TB Hasanudin, anggota DPR dari PDIP

“Karena ini menyangkut keselamatan dan keamanan prajurit TNI, maupun keselamatan dan keamanan masyarakat umum.”

“Tempo hari kita hendak membeli sejumlah Hercules, dan mendapat tawaran dari Australia. Cukup murah harganya, tapi bekas. Nah, sekarang mungkin kita pertimbangkan ulang. Lebih baik mencari pesawat lain, pesawat angkut militer lain, yang sejenis dan setangguh Hercules.”

Menurut TB Hasanudin, Indonesia bisa memoderinasi sistem pertahanan utama, termasuk pesawat, karena untuk tahun 2016 nanti dianggarkan dana Rp100 triliun lebih, dengan 40% di antaranya untuk TNI AU dan TNI AL.
Sedangkan untuk tahun 2017 nilai anggarannya akan ditingkatkan lagi menjadi sekitar Rp150 triliun.

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda