TNI AU: Penyelidikan Hercules Tidak Harus Diumumkan

hercules
Sumber: photo.liputan6.com

KABARHUKUM-Medan | TNI Angkatan Udara sudah membentuk komisi penyelidik kecelakaan pesawat Hercules yang menewaskan lebih dari 100 orang, namun tak berkewajiban untuk mengumumkan hasilnya.

“Kami akan langsung melakukan evaluasi dan penyelidikan,” kata Juru Bicara TNI AU, Marsma Dwi Badarmanto.
Hal itu akan dilakukan oleh suatu “panitia yang merupakan organisasi di TNI AU untuk melakukan penyelidikan jika terjadi insiden seperti ini.”

Namun hasilnya belum tentu akan diumumkan.”Tergantung situasinya nanti, karena ini menyangkut kepentingan militer,” jelas Badarmanto.

Sebelumnya, TNI AU memang tidak pernah mengumumkan hasil penyelidikan atas kecelakaan-kecelakaan yang menimpa pesawat-pesawat TNI.
Rahasia militer

Salah satu kecelakaan pesawat TNI AU yang paling banyak menelan korban jiwa, terjadi pada pesawat jenis Hercules C-130, yang jatuh di sekitar Magetan, Jawa Timur, pada 20 Mei 2009.

Hasil penyelidikan atas kecelakaan yang menewaskan 100 korban -termasuk dua warga sipil di darat- itu sampai sekarang tidak diumumkan.Sebagian dari korban adalah warga sipil, yang disebutkan merupakan anggota keluarga TNI AU

Menurut Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi, hal itu memang prosedur yang normal di seluruh dunia. Baik dalam hal pembentukan panitia penyelidik sendiri, maupun ihwal tak diumumkannya hasil penyelidikan.

“Mereka tak punya kewajiban mengumumkan, karena militer kan terkait pertimbangan rahasia militer dan keamanan nasional. Hasil penyelidikannya bersifat konfidensial, yang hanya diserahkan kepada, misalnya KSAU, dan pihak pembuat pesawat,” kata Tatanng Kurniadi.

“Berbeda dengan hasil penyelidikan KNKPT yang saya pimpin, untuk penerbangan sipil. Karena terkait dengan para penumpang yang membeli karcis,” tegas Tatang Kurniadi.

Pihak lain yang bisa mendapat hasil penyelidikan itu, misalnya presiden, panglima TNI, juga kalangan DPR bidang pertahanan.

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda