Tak Bersalah Tapi Dipenjara 6 Bulan, Nurbaiti Tuntut Keadilan

Nurbaiti alias Bety saat memerlihatkan surat tanda lapor polisi.
Nurbaiti alias Bety saat memerlihatkan surat tanda lapor polisi.

KABARHUKUM-Medan | Setelah 6 bulan mendekam didalam penjara, Nurbaiti als Betti (30) warga Jalan Tanjung Selamat depan Gereja GBKP Gang Randu No. 03 Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal Kota Medan akhirnya dibebaskan murni oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Dia akhirnya disahkan oleh Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Nurbaiti dibebaskan setelah dikriminalisasi atas kasus penipuan dan penggelapan oleh Polsek Tanjung Morawa dan Kejaksaan Negeri Pakam.

Untuk langkah awal, Nurbaiti pun melaporkan Adli Azhari (35) warga Jalan Medan-Tj Morawa yang telah melaporkan Nurbaiti, Senin (29/6) siang. Ironisnya, korban dipenjara dalam keadaan hamil muda hingga hamil tua.

“Awalnya saya dan Adli Azhari berhubungan bisnis makanan ternak. Dia datang menawarkan makanan ayam dan bibit ayam. Bulan April 2013 saya mulai belanja hingga Juni 2013, namun pembayaran kita macet-macet lalu barang kita di stop, kalo total dihitung Rp 800 juta. Kita sudah cicil-cicil hingga sisa hutang saya hanya Rp 231 juta. Karena barang/pakan di stop, ada niat baik dari saya menyerahkan jaminan berupa surat tanah 5 rantai untuk pembayaran Rp 231 juta. Bulan Juli 2013 saya serahkan surat tanah itu. Bulan Oktober 2013 dilaporkannya saya, bulan 23 November 2013 saya ditangkap di Teladan oleh petugas Polsek Tanjung Morawa macem teroris,” ujar Nurbaiti saat ditemui di Jalan Cemara, Selasa (30/6) petang.

Nurbaiti mengisahkan, bahwa setelah diciduk dari Jalan Teladan, ia pun dimasukkan kedalam sel Polsek Tanjung Morawa. Namun setelah 4 hari di dalam sel, akhirnya ia pun dikirim ke Lapas Lubuk Pakam. “Setelah saya ditangkap, saya sudah tidak bisa lagi pulang. Saya dianggap sebagai tahanan, padahal saya sudah menyatakan kepada juper bahwa saya sudah memberikan jaminan sebagai niat baik saya.  Lalu berkasnya dinaikkan merekalah sampai dikenakan pasal tindak pidana,” ucapnya.

Nurbaiti menjelaskan, setelah berkasnya diserahkan, ia harus berada didalam penjara selama 6 bulan. “Setelah menjalani persidangan dan akhirnya putusan, saya dinyatakan pengadilan negeri Lubuk Pakam bebas murni sejak tanggal 30 April 2014. Setelah itu, saya pun dibebaskan setelah dipenjara selama 6 bulan. Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) banding dan setelah 1 tahun menunggu hasil putusan, akhirnya putusan Mahkamah Agung saya dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan secara murni,” jelasnya.

Selanjutnya, Nurbaiti mengatakan bahwa setelah ia menunggu 1 tahun keluarnya hasil putusan Mahkamah Agung yang menyatakan ia tidak bersalah dan dibebaskan. Maka ia berniat menuntut keadilan.

“Langkah awal, saya sudah melaporkan Adli Azhari,pengusaha pakan ternak yang melaporkan saya dengan pasal menuliskan surat pengaduan palsu atau surat pemberitahuan palsu. Selanjutnya, kami akan melaporkan Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Telly Alvin, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa, Iskandar Ginting dan penyidik pembantu, Ismail Marzuki dan pihak kejaksaan,” jelasnya.

Tindakan kriminalisasi yang dilakukan Polsek Tanjung Morawa dan pihak kejaksaan mendapat kritikan pedas dari Ketua Kongres Advokad Indonesia (KAI) Deli Serdang, Rio Tampubolon SH, ia mengatakan bahwa terhadap perkara ini, ia meminta agar Kapoldasu dan Kajati segera memeriksa anggota yang menangani kasus tersebut.

“Saya minta kepada pimpinan masing-masing yaitu Kapoldasu, Irjen Pol Eko Hadi agar memeriksa anggotanya yang menyidik perkara Nurbaiti. Dan kepada Kajati agar memeriksa JPU, Kasi pidum dan Kajari yang menangani kasus Nurbaiti. Bahwa ada putusan hukum yang menyatakan Nurbaiti tidak bersalah. Kalau dilihat dari kasus yang ada, ini merupakan murni kriminalisasi polisi dan Kejaksaan,” ujarnya tegas.

Rio juga meminta agar pihak kepolisian dan kejaksaan merehab nama baik Nurbaiti. “Jadi kepolisian dan kejaksaan harus merehab nama baik Nurbaiti dan mengganti  rugi materiil dan imaterial yang ditimbulkan akibat perkara ini,” jelasnya mengakhiri. (*)

———————
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda