Hari Ke-4 Tragedi Hercules, 114 Jenazah Teridentifikasi

JENAZAH. Sejumlah petugas meyerahkan jenazah yang sudah teridentifikasi kepada keluarganya. (Foto: Adek Siahaan)
JENAZAH. Sejumlah petugas meyerahkan jenazah yang sudah teridentifikasi kepada keluarganya. (Foto: Adek Siahaan)

KABARHUKUM-Medan | Memasuki hari ke-4 proses pemeriksaan terhadap para korban tewas akibat kecelakaan pesawat Hercules C-130 milik TNI AU di Jalan Jamin Ginting Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (3/7) hingga pukul 1.30 WIB, Tim Disaater Victim Identification (DVI) sudah mengidentifikasi 114  jenazah dari yang sebelumnya  97 jenazah. Penambahan tersebut, setelah Tim DVI kembali mengidentifikasi  17 jenazah.

Demikian disampaikan Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf kepada sejumlah wartawan di media centre RSUP H Adam Malik Medan, Jumat (3/7) Petang.

Dijelaskannya, ke-17  jenazah yang baru teridentifikasi diantaranya,  Syariah , Rosniati, Lusianto 0pane, Yulianti Verawati, Akto Darnijon, Musawir, Marlijepriani, Peltu Purn Muliono, Halimah, Melinda Pasaribu. Sufiah, Bobi Candra.

Saat ini, lanjutnya,  dari 154  kantong jenazah yang disediakan,  146 kantong jenazah yang berisi jenazah relatif utuh. Sedangkan delapan kantong jenazah lagi berisi potongan tubuh korban. Seluruh jenazah yang sudah teridentifikasi itu sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Pihak keluarga korban yang sudah mendaftar  ke Posko Ante Mortem DVI masih  97 orang, dan yang dilakukan tes DNA sebanyak 29 orang. Artinya masih ada keluarga korban yang belum mendaftar ke Posko Ante Mortem,” ucap Kombes Helfi..

Diungkapkannya, terhadap jenazah  yang belum  teridentifikasi, akan dilakukan pembanding dengan keluarganya.  “Memang saat ini kita mengalami perlambatan dalam proses identifikasi jenazah. Pasalnya, kondisi jenazah sudah semakin membusuk, sehingga pemeriksaan berdasarkan property (brang-barang yang dikenakan), dan tanda lahir atau cacat bawaan korban sudah sulit untuk dikenali, makanya sistem pemeriksaan dilakukan melalui tes DNA,” terangnya.

Hanya saja, sebutnya, proses identifikasi melalui DNA ini harus dilakukan di Mabes Polri. Dan, hasilnya baru bisa diketahui sekitar dua pekan setelah diserahkan. “Proses identifikasi DNA ini dilakukan di Mabes Polri, dan hasilnya baru bisa diketahui setelah dua pekan. Selain itu, penyerahan  tes DNA ke Mabes Polri, kita lakukan secara keseluruhan, dan tidak terpisah,” tandasnya. (*)

 

———–
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda