Pemuda Tanpa Identitas Mengamuk di Kantor BKD Provsu

mr x bkdKABARHUKUM-Medan | Diduga mengalami stres, seorang pemuda tanpa identitas memecahkan kaca jendela memakai plang parkir dan masuk ke dalam ruangan Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Pegawai, Sofyan, di kantor Pemprovsu Jalan Diponegoro, Medan, Senin (6/7/2015).

Awalnya pemuda yang mengenakan kaos bola putih Manchester United dengan celana panjang hitam itu, berguling dan berteriak di halaman upacara Kantor Gubernur Sumut.

Beberapa petugas Sat Pol PP hanya berdiam diri dengan melihatnya saja. Beberapa pegawai juga menyaksikan aksi pemuda tersebut. Kemudian, karena kebisingan yang dibuat pemuda tersebut, petugas berusaha mengamankannya. Namun, pemuda itu malah berlari ke arah ruangan Sofyan dan mengangkat sebuah plang parkir dan melemparkannya.

Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Pegawai, Sofyan, mengaku saat kejadian berlangsung, dirinya sedang berada di ruangan mengerjakan tugas. Ketika kaca pecah, dan pemuda tersebut masuk ke dalam ruangan, dirinya terkejut dan langsung melarikan diri. “Tadi tekejut juga pas dia masuk. Begitu melihat, larilah aku,” kata Sofyan di ruangannya, Senin (6/7/2015) sekitar pukul 14.30 WIB.

Selanjutnya puluhan petugas langsung mengepung dan masuk ke dalam ruangan Sofyan, serta mengamankan pelaku.

Pelaku pun sempat mengalami perlakuan kasar dari anggota Sat Pol PP. Kepalanya mengalami pendarahan lantaran mendapat beberapa kali tendangan di kepala dan mengalami luka di bagian kepala, serta di bagian kaki akibat serpihan kaca.

Salah seorang saksi mata mengatakan dirinya merasa curiga melihat ulah pelaku yang berteriak dan bersujud di halaman upacara Kantor Gubsu. Setelah mendengar pernyataan dari pelaku, dirinya berpendapat bahwa pelaku mengalami stres. Tak hanya itu, dirinya juga menilai bahwa ada orang di balik kegilaan tersebut.

“Aku penasaran, apa maksudnya? ini bukan gila, ini ada arah ni. Pas dipancing, dia buka pernyataan. Ada yang mau dibilang dia kayaknya. Kalau kita ikutin pasti dapat ni pelakunya, kenapa dia bisa stres gini,” sebut salah satu Pegawai BKD Said.

Saksi lain mengatakan, pernah melihat pelaku beberapa kali di mesjid Agung, tepatnya bersebelahan di kantor Gubsu. Saksi tersebut berpendapat, pelaku mengalami stress akibat mengikuti aliran radikal yang menggunakan nama islam.

“Ini yang sering di Mesjid sebelah (Agung). Ini yang ikut-ikut persatuan itu. Kayaknya dia ikut gerakan radikal gitu,” ujar pria berkumis yang enggan menyebut namanya.

Usai kejadian, wartawan mencoba untuk berkomunikasi dengan pelaku. Namun pelaku hanya menjawab singkat kata demi kata.

Mengapa dia bertindak begitu?
“Indonesia!” jawabnya.

Maksudnya?
“Jihad!” katanya lagi.

Siapa namamu?
“Akmal, Bang,” jawab dia.

Di mana tinggal?
“Menteng (Medan Tenggara),” kata dia singkat.

Namun, ketika dia hendak ditanyain lagi, pria yang mengaku bernama Akmal ini, langsung berteriak-teriak soal pengacara. “Pengacara…pengacara…!” teriak pemuda berkumis dan berjanggut, sambil tertawa. (*)

———————–
Laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda