Duh…Dekan Farmasi USU Dituntut 3 Tahun Penjara

KABARHUKUM-Medan | Prof Dr Sumadio Hadisahputra yang merupakan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) dituntut tiga tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan. Ia dinilai Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), bersalah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat farmasi lanjutan di USU.

USU Farmasi
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Sumadio Hadisahputra di Pengadilan Tipikor Medan.

Selain Sumadio, ada terdakwa lainnya yaitu Ketua Penyedia Barang, Suranto dan Ketua Unit Layanan Pengadaan/ULP, Hasrul yang dituntut hukuman masing-masing 4 tahun penjara. Suranto dan Hasrul merupakan terdakwa yang juga dinilai terlibat dalam korupsi pengadaan peralatan etnomusikologi pada Fakultas Sastra USU. Selain mereka, dari pihak rekanan yaitu Siti Ombun Purba dari PT Sean Hulbert Jaya dituntut 3 tahun penjara dan Elisnawaty Siagian dari PT Marell Mandiri dituntut 3,5 tahun penjara.

Jaksa menjerat para terdakwa dengan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 56 ayat (1) KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa melakukan korupsi secara bersama-sama” ujar Zulfahmi, salah seorang tim Jpu dihadapan majelis hakim yang diketuai Marsuddin Nainggolan.

Selain hukuman fisik, Jpu juga meminta agar kelima terdakwa membayar denda masing-masing Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa juga menyatakan uang yang dititipkan para terdakwa ke kejaksaan yaitu Prof Dr Sumadio Hadisahputra dan Nasrul masing masing sebesar Rp 10 juta, terdakwa Suranto sebesar Rp 8 juta dan terdakwa Siti Ombun Purba sebesar Rp 61 juta dirampas untuk negara.

“Menyatakan uang yang dititipkan para terdakwa kepada kas kejaksaan dirampas negara sebagai pengganti uang pengganti kerugian negara.” ujar Jpu Zulfahmi

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga dua minggu kedepan untuk mendengarkan pembelaan dari para terdakwa.

Untuk diketahui dalam pelaksanaan proyek, para terdakwa tidak melakukan penelitian harga dan tidak memeriksa barang. Akibatnya muncul kerugian negara. Berdasarkan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 13 Oktober 2014, terdapat kerugian negara sebesar Rp 10.462.944.777 pada pengadaan peralatan di Fakultas Farmasi USU, dan kerugian negara sebesar Rp 3.226.814.413 pada pengadaan peralatan Etnomusikologi pada Fakultas Sastra USU. Total kerugian negara pada pengadaan peralatan di dua fakultas itu yakni Rp 13.689.759.190 miliar.

——————
Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda