Operasi KPK di Medan, Ketua PTUN Medan dan Pengacara Diduga dari Kantor OC Kaligis Ditangkap

KABARHUKUM-Medan | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN), di Jalan Bunga Raya, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kamis (9/7/2015) sekitar pukul 12.00 WIB.

wpid-rps20150709_135624_104.jpg
Ruang Ketua PTUN Medan yang disegel KPK.

Dalam operasi ini, tim KPK yang terdiri dari 10 orang mengamankan tiga orang Hakim. Di antaranya, seorang sekretaris panitera dan seorang pengacara yang tergabung dalam kantor OC Kaligis. Berdasarkan informasi yang didapat, penangkapan ketiga oknum tersebut mengenai perkara permohonan dari mantan Kepala Bendahara Umum Pemprovsu, Ahmad Fuad Lubis yang menggugat Kejati Sumut.

Humas PTUN Medan Sugianto, mengatakan tiga di antara majelis hakim yang tertangkap, telah menangani perkara dari pemohon yang permohonannya telah dikabulkan (diputus) sebagian. “Tiga hakim yang diamankan adalah Tripeni Irianto Putra (Ketua PTUN Medan), Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting. Panitera yang diamankan yaitu Syamsir Yusfan (Panitera Sekretaris PTUN Medan) dan seorang pengacara,” kata Sugianto.

Lanjutnya, Sugianto mengaku, awalanya tidak mengetahui pasti mengapa ketiga hakim, panitera dan pengacara itu ditangkap. “Waktu ribut-ribut tadi saya lagi di atas untuk menyiapkan persidangan,” ucapnya.

Untuk memenuhi proses hukum, kelima tersangka dibawa ke Mapolresta Medan di Jalan HM Said No 1, Medan untuk pemeriksaan berlanjut dari tim KPK.

Dari hasil pantauan tim kabarhukum.com di lokasi, KPK melakukan penyegelan kantor Ketua PTUN Medan, ruang kerja Panitera Syamsir Yusfan yang berada di lantai II dan ruang sub kepaniteraan perkara PTUN yang berada dilantai I. Akibat penyegelan tersebut pegawai PTUN Medan terpaksa menghentikan pekerjaannya.

Selain itu, KPK juga menyita mobil Toyota Fortuer hitam dengan nomor polisi BK 268 WZ, yang belum diketahui siapa pemiliknya. (*)

———————–
Laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda