Setelah Disisihkan Ke Labfor Polda Sumut, Satnarkoba Polresta Medan Musnahkan 53,6 Kg Ganja

KABARHUKUM-Medan | Petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan memusnahkan 53,6 Kg ganja dengan cara dibakar di halaman Polresta Medan, Rabu (8/7/2015) Siang. Puluhan kilo ganja itu merupakan hasil penangkapan  narkoba jaringan Aceh-Medan.

Seorang lansia membalikkan barang bukti dengan sebatang kayu saat pemusnahan barang bukti narkoba jenis ganja, dengan berat sekitar 36,5 kilogram. (Foto: Dhabit Barkah Siregar)
Seorang lansia membalikkan barang bukti dengan sebatang kayu saat pemusnahan barang bukti narkoba jenis ganja, dengan berat sekitar 36,5 kilogram. (Foto: Dhabit Barkah Siregar)

“Setelah beberapa kita sisihkan ke Labfor Polda Sumut, sisanya, 53,640 Kilogram ganja kita musnahkan dengan cara dibakar disaksikan pihak kejaksaan dan pengacara tersangka, ujar Kasat Res Narkoba Polresta Medan Kompol Wahyudi didampingi Wakasat Res Narkoba AKP Rosyid Hartanto.

Lanjut dijelaskannya, narkoba jenis ganja ini merupakan hasil tangkapan, 27 Maret 2015 silam di Jalan Mandala. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan kedua tersangka yakni EB (58) warga Dusun Maju, Kabupaten Aceh Tamiang dan CP (63) warga Jalan Teratai Lorong Pribadi Lingkungan VII, Kota Binjai. Dari penangkapan ini polisi mengamankan barang bukti 54 bal ganja seberat 53,870 gram.

“Mereka (tersangka) kedapatan membawa 54 bal ganja kering seberat 53,870 kg yang sudah dipaketkan dan hendak dikirim menggunakan becak motor kepada seseorang berinisial A,” kata Wahyudi.

Polisi yang melakukan pemeriksaan, kedua tersangka nekad menjadi kurir ganja lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. “Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka CP mengaku menjadi kurir ganja adalah pilihan terakhir lantaran usia tak lagi muda. Dulunya CP bekerja jadi pengumpul barang bekas. Tapi, karena usia sudah tua, berhenti bekerja. Setelah itu, menjadi kurir ganja hampir enam bulan,” kata AKP Rosyid.

Dijelaskannya, modus kedua kakek ini terbilang rapi. “Pagi pukul 03.00 WIB barang sudah ada di Medan dan dibawa pakai becak motor. Ganjanya sudah dibungkus rapi dengan kotak,” ujar Rosyid.

Dia menyatakan, penerima di Medan yang berinisial A merupakan buronan polisi yang juga asal Aceh. “Kedua tersangka ini sudah beberapa kali mengantarkan ganja ke Medan. Tapi, mereka mengaku sulit mengingatnya,” kata AKP Rosyid.

Dari pengakuan CP, kakek lima cucu ini, mereka diberi upah Rp 700 ribu setiap kali mengantar ganja tersebut. Jika berhasil, diberi tambahan Rp 1 juta. Sementara EB mengatakan, sebelum menjadi kurir ganja, ia bekerja sebagai petani.

Lantaran faktor usia, EB beralih profesi menjadi kurir ganja. EB mengaku barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial NAS asal Aceh. Ganja tersebut diambil dari truk di kawasan Binjai kemudian dipindahkan ke dua kotak yang sudah dipaketkan. “Selanjutnya, kami berangkat ke Medan menaiki becak bermotor sampai ke Mandala dan ditangkap,” sebut EB.

Pantauan wartawan pemusnahan barang bukti tersebut disaksikan pihak kejaksaan dan pengacara prodeo para tersangka dan penyidik Satres Narkoba Polresta Medan. (*)

————————————
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda