Kapolresta Medan Blender Narkoba Senilai Rp 3 Miliar Lebih

KABARHUKUM-Medan | Sat Res Narkoba Polresta Medan, dipimpin langsung oleh Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz yang didampingi Kasat Res Narkoba, Kompol Wahyudi serta Wakasat Res Narkoba AKP Rosyid memusnahkan narkotika jenis sabu dan juga pil extaci senilai Rp 3 Miliar lebih di halaman Polresta Medan. Pemusnahan ini juga disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum, pengacara para tersangka dan juga tersangka itu sendiri.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Husin Dwihananto didampingi Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Wahyudi saat memusnahkan narkoba di Mapolresta Medan, Jumat (10/7/2015) siang. (Foto: Adek Siahaan)
Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Husin Dwihananto didampingi Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Wahyudi saat memusnahkan narkoba di Mapolresta Medan, Jumat (10/7/2015) siang.
(Foto: Adek Siahaan)

Jumlah narkoba yang dimusnahkan yakni 3,3 kg sabu dan 967 butir pil extaci. Pemusnahan itu sendiri dilakukan dengan cara diblender seperi pembuatan jus dengan campuran sedikit air. Setelah dipastikan hancur, jus sabu tersebut kemudian dituang ke dalam ember kecil dan selanjutnya dicampur dengan pembersih, Proteks. Campuran proteks itu diyakini akan menghilangkan kandungan zat kimia yang terkandung di dalam narkotika tersebut agar tidak mencemari lingkungan.

Disebutkan oleh Kapolresta, Kombes Mardiaz, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil tangkapan selama bulan Mei dengan jumlah tersangka sebanyak 11 orang dari 9 kasus.

“Ini merupakan hasil tangkapan dalam kurun waktu satu bulan, yaitu bulan Mei. Dengan jumlah tersangka 11 orang dari 9 kasus,” sebut Mardiaz kepada wartawan, Jumat (10/7/2015) pagi.

Disinggung soal jumlah barang bukti yang disisihkan di persidangan, Mardiaz mengaku bahwa pihaknya telah menyisihkan sebesar 10% dari jumlah keseluruhan barang bukti, dan itu sudah berada dipersidangan.

“10% kita sisihkan sebagai barang bukti dipersidangan, dan itu sudah berada di persidangan,” akunya lagi.

Pemusnahan barang bukti dengan cara diblender itu juga sempat dipertanyakan oleh awak media ini, pasalnya pemusnahan narkoba tersebut biasanya dilakukan dengan cara dibakar.

“Iya, itu kita lakukan untuk memastikan bahwa narkoba tersebut benar-benar musnah dan kita tidak mencemari lingkungan. Jika dibakar, narkobanya belum tentu musnah seluruhnya, dan itu juga akan mencemari lingkungan. Makanya kita blender dan kemudian kita campur dengan protex agar zat kimia yang terkandung di dalam narkotika itu hilang,” sebutnya lagi.

Menyikapi maraknya peredaran narkoba di kota Medan, Mardiaz juga dengan tegas menjawab bahwa pihaknya akan terus berperang mengusut hal tersebut.

“Iya, saya angkat bendera perang melawan narkoba. Kita akan terus memerangi para pelakunya. Dan dalam hal ini, kita minta peran aktif masyarakat. Seminimalnya masyarakat tidak menjadi pemakai. Kita juga menghimbau kepada masyarakat agar menginformasikan kepada kita apabila mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal mereka,” tutup Mardiaz. (*)

 

———————

Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda