Wow ! Bagi Pria Lithuania Dipenjara Seumur Hidup Itu Tertawa Gembira

KABARHUKUM-Medan | Kotor dan pengapnya ruangan sel penjara dengan ragam aroma bau didalamnya ternyata tidak membuat seorang pria warga Negara Lithuania ini menjadi takut dan sedih. Bahkan meskipun harus seumur hidup menghabiskan waktunya di tempat tersebut, nyatanya ia masih mampu tertawa sumringah.

wpid-rps20150711_214802.jpgPria itu bernama Mindaugas Verikas, ia harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan karena menjadi terdakwa atas kasus kepemilikan narkoba seberat 3,2 kg .

Dari awal perdana persidangan sebelum-sebelumya hingga putusan, Verikas melalui persidangan dengan wajah yang selalu tampak tertekan dan marah, apalagi saat wartawan mencoba mengambil gambarnya dengan kamera.

Namun, wajah yang tampak tertekan itu seketika sumringah dengan untaian senyuman dibibirnya sesaat setelah majelis hakim yang diketuai Indra Cahya membacakan putusan akhir yang memvonisnya hukuman penjara selama seumur hidup .

“Memutuskan terdakwa dihukum penjara seumur hidup,” ujar majelis hakim. Setelah penerjemahnya memberitahu perihal vonis majelis hakim, terdakwa yang dijerat pasal 115 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika itu spontan tersenyum.

Bahkan luarbiasanya lagi saat usai persidangan dan dibawa keluar ruang persidangan oleh pengawal tahanan, Verikas melepas senyumnya dan menggantinya dengan tawa. “Ha ha ha, ha ha ha, udah”.

Ternyata tawa itu bukan tanpa alasan karena rupanya jaksa Dwi Meily Nova, sebelumnya menuntut Verikas dengan hukuman mati. Sehingga verikas sepertinya beranggapan vonis tersebut sebuah anugerah sehingga ia tertawa.

Menyikapi vonis majelis hakim, jaksa inipun menyatakan akan berkoordinasi dengan pimpinan. “Kita kan masih punya waktu tujuh hari untuk berpikir apakah akan mengajukan banding atau tidak”.

Untuk diketahui, petugas bea dan cukai menangkap Mindaugas Verikas di Kualanamu International Airport (KIA), Deliserdang, Sumatera Utara, karena membawa 3,2 kg narkoba di kompartemen tas di dalam kopernya, Minggu (14/12/2014). Saat itu Verikas baru turun dari pesawat Air Asia AK 392 asal Kuala Lumpur, Malaysia.

Petugas customs narcotic team sejak awal memang sudah mengawasi gerak-gerik Verikas, kemudian mendapati hal mencurigakan di kopernya sehingga dia diamankan. Setelah diperiksa, ditemukan narkoba di dalam empat tas miliknya.

Menurut penerjemahnya, Gerald Siahaan, saat persidangan berlangsung dirinya merasa was-was dan gusar karena Verikas sempat mengancamnya. “Itu tadi kenapa di belakang ada banyak yang jaga-jaga, sekuriti sama petugas, soalnya sebelum sidang dia bilang, “pokoknya kalau sampai saya divonis mati akan saya inikan”,” katanya sambil memeragakan siku tangannya dipukulkan ke perut. (Sas)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda