Dikendalikan dari Pecinan Asia Mega Mas, Dua Bandar Togel Diciduk Polisi

KABARHUKUM-Medan | Unit Vice Control (VC)/ Judisila Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Medan kembali membongkar peredaran judi toto gelap (togel/kim) di wilayah hukum Polresta Medan. Kali ini, petugas berhasil mengamankan dua bandar judi togel dari kawasan perumahan Chinatown alias Pecinan-nya Kota Medan, Asia Mega Mas. Kedua orang pria yang berperan sebagai bandar atau sub agen ditangkap Jumat (10/7/2015) tengah malam .

Kompleks Asia Mega Mas
Kompleks Asia Mega Mas

Keduanya masing-masing berinisial JI alias AG (68) dan TJ alias AF (40), tercatat sebagai warga Jalan Nikel Medan. Dari keduanya polisi mengamankan barang bukti handphone, kertas berisikan jumlah penjualan togel/ kim, alat tulis dan uang Rp.1.252.000,-.

Kepala Unit (Kanit) VC/ Judisila Sat Reskrim Polresta Medan, AKP T Fathir Mustafa mengatakan, keduanya ditangkap berdasarkan informasi masyarakat yang diterimanya dan kemudian ditindaklanjuti.

“Hasil keterangan sementara, keduanya mengaku baru tiga bulan belakangan menjalankan bisnis haram itu,” ujar Fathir, Sabtu (11/7/2015).

Ia melanjutkan, kedua tersangka ini mengaku menyetorkan uang hasil pasangan judi kepada seorang bandar besarnya. Untuk omsetnya mencapai puluhan juta per harinya.

“Mereka menyetor ke bandar besar dan ada orang suruhan yang menjemput uang hasil penjualan togel tersebut. Keduanya mengaku hanya mendapatkan komisi sebesar 15%,” sebut Fathir. Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap bandar besar yang disebutkan kedua tersangka.

Sementara itu, JI alias AG berdalih terpaksa menjadi sub agen togel lantaran desakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan istri dan anakanya. “Gimanalah bang, kerjaanku enggak ada, sementara istri dan anakku butuh makan. Makanya aku terpaksa begini daripada menjadi pencuri atau perampok,” ujar bapak tiga anak ini.

Imbas perbuatannya, kedua tersangka terpaksa merasakan jeruji pengap rumah tahana Polresta Medan. Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan 5 tahun penjara, telah menunggu untuk para tersangka. (*)

——————–
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda