KPK Selidik Kantor Gubernur Sumut

KABARHUKUM-Medan | Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mendadak menggeledah Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Sabtu (11/7/2015) sekitar pukul 22.00 WIB. Penggeledahan itu berhubungan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro, Jum’at (9/7/2015) lalu.

Kantor Gubernur Sumatera Utara
Kantor Gubernur Sumatera Utara

Dari pantauan di lokasi, terlihat Tim KPK menuju Kantor Gubsu dengan membawa koper hitam yang diduga sebagai alat bukti. Lalu, mereka langsung menyisir Kantor Gubsu dan menuju ke Lantai 10 tepatnya di ruangan Gubsu Gatot Pudjonugroho.

Saat di lokasi, sejumlah pejabat teras di Sekretariat Kantor Gubsu pun mendampingi Tim KPK. Salah seorangnya, Sekda Provsu Hasban Ritonga. Di Lantai 10 Kantor Gubsu, Hasban diinterogasi oleh penyidik KPK.

Hasban duduk di sofa yang kemudian dicecar pertanyaan oleh Tim KPK. Menurutnya, penggeledahan yang dilakukan Tim KPK terbilang mendadak tanpa ada koordinasi dengan pejabat teras di lingkungan Sekretariat Kantor Gubsu.

Sehubungan penggeledahan ini, Gatot belum juga dipanggil oleh Tim KPK. “Dia (Gatot) tidak dipanggil,” ujarnya singkat. “Kami tadi rapat dengan Komisi C,” tambah Hasban. Menurutnya, Tim KPK masih melakukan penggeledahan di Ruangan Biro Keuangan Umum (BKU) Pemprovsu.

Tim KPK yang melakukan penggeledahan di lantai 10, mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

TIm KPK ketika berada di kantor Gubsu. (Foto: Dabhit Barkah Siregar - kabarhukum.com)
TIm KPK ketika berada di kantor Gubsu. (Foto: Dabhit Barkah Siregar – kabarhukum.com)

Secara tidak langsung, Hasban berharap kepada seluruh awak media untuk membuat praduga tak bersalah. “Harapan kita ke semua dalam posisi azas praduga tak bersalah. Kita harus taat hukum, mereka (KPK) menjalankan kewenangannya,” ujarnya.

Hingga pukul 23.50 WIB Tim KPK masih melakukan penggeledahan dan belum menemukan berkas sebagai barang bukti. Namun, Hasban menepis jika dirinya dicecar pertanyaan oleh KPK.

“Masih dalam proses. Belum ada yang dibawa. Katanya tadi (terkait) tangkap tangan di PTUN. Hanya memeriksa (Tim KPK). Kita kan harus taat hukum. Saya juga ingin kita taat azas praduga tak bersalah. Ke saya, hanya itu minta izin melakukan pemeriksaan, saya mau lanjut rapat dengan Komisi C,” jelasnya.

Sementara itu, Kabiro Hukum Pemprovsu, Sulaiman Hasibuan, mengatakan, dia hanya mendampingi tim KPK. “Mendampingi dalam rangka berkas-berkas yang akan diperiksa. Saya di ruang ajudan saja nunggu. Enggak tahu saya (berkas yang diperiksa),” tambah Sulaiman Hasibuan. (*)

—————–
Laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda