Bantah Mangkir, Gatot: Saya Tidak Tahu Dipanggil KPK

KABARHUKUM-Medan | Beberapa waktu lalu Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho terseret namanya dalam pemeriksaan yang dilakukan KPK soal perkara gugatan yang dilakukan Pempovsu terhadap Kejaksaan melalui PTUN. Gugatan tersebut berujung pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap empat pejabat Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Medan dan seorang pengacara dari OC Kaligis.

Gubsu Gatot Pujo Nugroho
Gubsu Gatot Pujo Nugroho (foto: beritadaerah)

Gatot yang ditemui sejumlah wartawan di lobby kantor Gubsu di Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (15/7/2015), mengatakan kemangkiran dirinya dari pemanggilan KPK dikarenakan pada Jum’at (10/7/2015) lalu dirinya tengah melakukan safari ramadhan sekaligus I’tikaf diluar daerah, sehingga ia tidak mengetahui adanya pemanggilan tersebut.

“Saya melakukan safari Ramadhan plus i’tikaf di hari Jum’at. Terus saya tidak tau ada pemanggilan, akhirnya kemudian Sabtu-Minggu ‘kan hari libur, saya tidak ada di tempat,” ujar Gatot.

Kemudian, lanjutnya, pada Senin (13/7/2015) dirinya sudah kembali ke Medan. Lalu, Gatot langsung mengirim surat kepada KPK melalui fax. Hal tersebut dilakukan sebagai pernyataan siap darinya untuk memenuhi panggilan KPK berikutnya, yang dijadwalkan pada tanggal 22 Juli 2015 mendatang.

“Pada Senin kemarin saya sudah mengirim surat kepada KPK melalui Fax, dalam hal siap untuk menghadiri undangan berikutnya, mohon maaf tidak bisa hadir pada panggilan pertama. Untuk selanjutnya saya dipanggil tanggal 22, dan Insya Allah saya akan datang pada pemanggilan tersebut,” jelas Gatot. (*)

—————–
Laporan: Dhabit Barkah Siregar

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda