Kabareskrim Komjen Budi Waseso: Buya Syafii Tak Usah Ikut Campur

KABARHUKUM-Jakarta | Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso, merespons sikap mantan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Syafii Maarif, yang meminta Presiden Joko Widodo mencopot jabatannya.

Komjen Pol Budi Waseso
Komjen Pol Budi Waseso

Budi mempertanyakan apa kapasitas Syafii Maarif meminta Jokowi mencopotnya, karena menjerat dua komisioner Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Taufiqurrahman Sahuri sebagai tersangka pencemaran nama baik Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi.

Jenderal bintang tiga alumnus Akademi Kepolisian 1984 itu mengingatkan Buya jangan mencampuri penegakan hukum yang dilakukan Polri.

“Apa kapasitasnya beliau (Buya)? Tidak usahlah mengomentar, mencampuri penegakan hukum¬† kalau dia tidak mengerti penegakan hukum itu sendiri. Beliau kan bukan orang bodoh. Dia (Buya) pasti mengertilah mana penegakan hukum yang benar mana yang salah,” timpal pria yang karib disapa Buwas ini, Selasa (14/7/2015).

Dia menegaskan, Bareskrim memproses kasus ini karena laporan Sarpin yang merasa pribadinya dicemarkan oleh terlapor. Menurut dia, ini pun dilaporkan oleh Sarpin pribadi. “Tidak ada pesan sponsor atau kepentingan,” tegas mantan Kapolda Gorontalo ini.

Menurut dia, kepentingan Polri adalah tugas dalam menegakkan hukum. “Saya bertugas melaksanakan amanah Undang-undang, tugas negara,” kata Buwas.

Jadi, ia melanjutkan, silakan saja pimpinan-pimpinan maupun Presiden menilai apa yang dikerjakannya. “Jadi saya yakin, saya tidak bermain-main dalam kapasitas saya,” pungkasnya. (*)

——————
sumber: jpnn

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda