Akhirnya, Gatot-Evy Sah Sebagai Tersangka Korupsi

 

KABARHUKUM-Jakarta | Akhirnya, KPK menetapkan status Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho dan istrinya  muda Evy Susanti sebagai tersangka kasus suap hakim PTUN Medan. Peningkatan status sepasang suami istri ini berdasarkan  hasil gelar perkara pada Senin (27/7/2015) malam kemarin. Gatot dan Evy sama-sama dijerat dengan pasal pemberian suap kepada hakim PTUN Medan. Pasal ini serupa dengan pasal yang menjerat pengacara senior OC Kaligis.

Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti saat menyampaikan keterangan.
Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti saat menyampaikan keterangan.

Gatot dan Evy disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp 150 juta dan paling banyak Rp 750 juta.

Evy semalam memang telah mengakui bahwa dia pernah memberikan uang puluhan ribu dollar Amerika kepada OC Kaligis. Namun, Evy menyebut uang yang diberikannya ke Kaligis adalah bentuk lawyer fee.

“Hasil ekspose (pada rapim dan tim lengkap) progres kasus OTT hakim PTUN, maka KPK per hari ini akan menerbitkan Sprindik dengan menetapkan Gubernur Sumut GPN dan ES (istri keduanya) sebagai tersangka,” kata Plt Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, Selasa (28/7/2015).

Indriyanto menegaskan, penetapan tersangka ini berdasarkan pengembangan perkara kasus suap hakim PTUN Medan. Penyidik telah menemukan bukti yang sangat kuat sehingga diputuskan untuk menetapkan Gatot dan istri mudanya sebagai tersangka.

“Semua ini berdasarkan pengembangan dan pendalaman dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada juga perolehan alat bukti lainnya,” tegas Indriyanto yang juga guru besar hukum pidana itu.

Sementara itu, pengacara Gatot dan Evy mengatakan, keduanya akan mengajukan praperadilan menyikapi ketetapan KPK tersebut. “Kalau memang benar begitu, maka pasti kami akan mengajukan praperadilan,” ujar pengacara keduanya, Razman Arief Nasution, Selasa (28/7/2015).

“Kami akan mempelajari penetapan itu. Yang jelas klien saya berkeyakinan tidak melakukan upaya pemberian suap kepada hakim,” kata Razman.

Gatot sudah dua kali diperiksa sebagai saksi. Sedangkan Evy satu kali. Keduanya sudah dicegah KPK sejak statusnya menjadi saksi. (*)

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Akhirnya, Gatot-Evy Sah Sebagai Tersangka Korupsi”

  1. Batax Moslem

    wah…..apakah ini karma politik ? Saat Syamsul Arifin di tangkap KPK Gatot jadi Gubsu. Dan ketika gatot di juga ditangkap KPK T. Erry pun bakal jadi Gubsu. Malunya keduanya sama2 karena kasus korupsi.

Komentar Anda