Najib Pecat Wakilnya Karena Pertanyakan Skandal Korupsi 1MDB

Najib-Muhyiddin
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak memecat wakilnya, Muhyiddin Yassin dalam perombakan kabinet pada Selasa, 28 Juli 2015. Keputusan diambil setelah Muhyiddin meminta Najib menjelaskan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

KABARHUKUM-Kuala Lumpur | Dalam perombakan kabinet pada Selasa, 28 Juli 2015, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak memecat wakilnya, Muhyiddin Yassin . Keputusan diambil setelah Muhyiddin meminta Najib menjelaskan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dilansir Channel News Asia, Selasa 28 Juli 2015, kini Muhyiddin telah digantikan Menteri Dalam Negeri Zahid Hamidi, politisi sayap kanan yang disukai anggota partai. Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Najib mengumumkan dalam sebuah pidato di sebuah stasiun televisi Malaysia.

Akhir pekan lalu Muhyiddin mengatakan, Najib yang merupakan koalisi berkuasa bisa kehilangan suara dalam pemilu berikutnya jika Najib dan jajaran tidak lebih baik dalam mengelola 1MDB. Diketahui kini 1MDB kini terlilit utang lebih dari US$11 miliar.

Pada Senin kemarin, Kantor Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan yang mendesak semua pejabat administrasi termasuk Wakil Perdana Menteri untuk menunggu hasil penyelidikan atas skandal 1MDB.

“Keputusan untuk mengganti Tan Sri Muhyiddin Yassin sangat sulit, tapi kepemimpinan adalah tentang melakukan apa yang Anda anggap benar,” kata Najib dalam pidatonya seperti dikutip Al-jazeera.

“Namun demikian, saya berterima kasih kepada Tan Sri Muhyiddin untuk semua pekerjaan dan dedikasinya kepada pemerintah dan negara,” kata Najib.

Kantor berita Bernama juga melaporkan pada Selasa, Najib turut memecat Jaksa Agung Abdul Gani Patail, yang terlibat dalam penyelidikan dugaan korupsi 1MDB.

Najib mengatakan pada Senin kemarin, agar wakil dan pejabat lainnya untuk berhenti berpolemik pada skandal dalam dana investasi 1MDB. Ia menegaskan argumen antarpemimpin akan mengikis dukungan bagi pemerintah.

Diketahui, Wall Street Journal melaporkan, para penyelidik melacak dana sebesar US$700 juta mengalih ke rekening bank pribadi milik PM Malaysia. Sedangkan Najib menepis tuduhan tersebut.

———

Editor: Maestro Sihaloho

Sumber: CNA, WSJ dan Al-jazeera

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda