Rampok di Medan Kian Ganas, Rifan Dirampok Setelah Beli Nasi Bungkus

KABARHUKUM-Medan | Perampokan di Kota Medan kian ganas saja.  M Rifan Hatmiko (20), warga Jalan Bukit Barisan II, Gg Pinang Raya, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, menyambangi Mapolsekta Medan Timur, Senin (27/7/2015) siang. Rifan melapor dia telah dirampok.

Rifan saat di Mapolsek Medan Timur, Senin (27/7/2015)
Rifan saat di Mapolsek Medan Timur, Senin (27/7/2015)

Rifan bercerita, ia menjadi korban perampokan saat melintas di Jalan Mukhtar Basri, Simpang Jalan Karantina, Kecamatan Medan Timur. Menurut informasi di kepolisian, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2015) kemarin. Korban yang bekerja sebagai koki roti di PT Paparoti yang berada di Jalan Karantina, Kecamatan Medan Timur, hendak pulang ke kos saat jam istirahat.

Setibanya di kos, ia pun meminjam kereta Honda Beat warna hitam bernomor BK 5753 AFJ, milik Mindo Ratna Hutabarat yang merupakan ibu kos. Karena korban sudah biasa meminjam kereta tersebut, sang ibu kos pun memberikannya.

Menurut korban,  dirinya yang telah membeli nasi bungkus, hendak pulang ke kos. Akan tetapi, sebelum pulang ke kos, dirinya ingin kembali ke tempatnya bekerja dengan alasan kunci kamar kosnya tertinggal.

Namun naas, saat korban melintas di Jalan Mukhtar Basri, Simpang Jalan Karantina, Kecamatan Medan Timur, dirinya dipepet dari sebelah kiri oleh dua orang yang berboncengan.

“Selesai beli nasi aku mau balik ke kos, tapi karena kunci kamar ketinggalan di tempat kerja, jadi aku balik dulu ke ke tempat kerja, nah pas (sewaktu) lagi di depan kuburan itu aku dipepet, salah satu pelaku langsung pegang bahuku sambil menodongkan pisau di pinggangku,” ucapnya.

Menurutnya, dirinya dipaksa mengendarai kereta menuju sebuah gang sepi yang berada tak jauh dari lokasi tersebut. Sampai di gang yang sepi, dirinya langsung ditendang oleh teman si pelaku hingga terjatuh.

“Sampai di gang yang sepi, temannya menendang perutku hingga aku terjatuh, abis itu mereka langsung kabur,” jelasnya.

Rifan mengatakan, dirinya tidak bisa berteriak karena dirinya kesakitan akibat perutnya ditendang pelaku.

“Gak bisa aku teriak, karena senap perutku,” ujarnya.

Ketika disinggung mengapa lama melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, Rifan mengatakan, dirinya masih trauma.

“Masih trauma aku, lagian kemarin hari Minggu, kukira kantor polisi gak buka,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, AKP Alexander Piliang, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. (*)

 

———————

Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda