Soal Gugatan Penembakan oleh Polisi, Shohibul Anshor: Ada Resistensi terhadap Polisi

KABARHUKUM-Medan | Kasus penembakkan yang dilakukan oleh Kanit Intel Polsek Helvetia, AKP Zulkifli Harahap terhadap dua warga Karya VII Kecamatan Helvetia masih terus bergulir. Setelah melaporkan kedua korban penembakan tersebut ke Mapolresta Medan, Kanit Intel Polsek Helvetia itu pun angkat bicara.

ilustrasi
ilustrasi

Zulkifli megatakan, bahwa dirinya bersama anggota ketika itu sudah terancam keselamatannya. “Apakah  memang diancam parang baru dinamakan terancam jiwa? Dipukuli beramai-ramai dan  dikerumuni ‘kan terancam jiwa juga,” ujar Zulkifli Harahap, Kamis (23/7/2015) pekan lalu.

Menanggapi hal tersebut, Shohibul Anshor Siregar, pakar Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang dimintai konfirmasi lewat sambungan telephon, Selasa (28/7/2015) siang mengatakan, dalam kepolisian ada standard untuk menggunakan senjata. Nah, apakah mereka sudah memenuhi standard tersebut?

“Jika penggunaan senjata oleh polisi sudah sesuai dengan standard, berarti dalam hal ini polisi tidak salah,” ujar Shohibul dengan nada bertanya.

Shohibul Anshor Siregar
Shohibul Anshor Siregar

Lebih lanjut Shohibul menjelaskan, kita tidak bisa serta-merta percaya dengan pengakuan dari polisi. Hal ini harus ditanyakan kepada lembaga internal maupun eksternal kepolisian, seperti Propam dan Polis Watch. “Ada Propam dan lembaga serupa lainnya di luar maupun di dalam kepolisian, harus ditanyakan kepada mereka apakah Kanit Intel Polsek Helvet melakukan penembakan sudah sesuai dengan prosedur yang ada,” jelas Shohibul.

Secara sosiologis kalaupun tersangka melakukan kesalahan dan rakyat menghalangi, kata Shohibul, itu sebuah pertanyaan besar. “Apakah perlu rakyat melakukan itu?” tanya Shohibul kembali.

Dalam peristiwa ini, menurut Shohibul Anshor, berarti ada resistensi terhadap kepolisian, kalau kepercayaan rakyat tinggi kepada polisi, tu tidak akan terjadi. “Secara sosiologis harus dikaji kinerja kepolisian. Mendiamkan itu, rakyat akan mengalami degradasi dan kepercayaan rakyat terhadap polisi perlu dipertanyakan,” terang Shohibul.

Zulkifli Harahap sendiri sudah mengklaim bahwa penembakan sudah sesuai prosedur. “Kita lakukan penembakan itu sudah sesuai dengan prosedur, tak ada yang dilanggar, maka dari itu kita melaporkan tindakan Junaidi Cs ke Polresta Medan dengan tuduhan menghalang-halangi tugas polisi, ada empat orang yang saya laporkan,” akunya. (*)

———————-
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Soal Gugatan Penembakan oleh Polisi, Shohibul Anshor: Ada Resistensi terhadap Polisi”

  1. Filsuf Revolusioner

    Bukan hanya pada polisi, tapi resistensi terhadap institusi negara secara keseluruhan !

Komentar Anda