Ingin Jadi Universitas Kelas Dunia, Rektor Unimed Lantik Empat Wakil Rektor Periode 2015-2019

KABARHUKUM-Medan | Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd melantik empat wakil rektor (WR) yang mendampinginya selama masa kerja 2015-2019, di gedung Biro Rektor Unimed Rabu (29/7/2015).  Pelantikan itu secara resmi dilaksanakan setelah pembacaan ikrar jabatan.

Prof Syawal Gultom (kanan) bersama Prof Ibnu Hajar Damanik (kiri)
Prof Syawal Gultom (kanan) bersama Prof Ibnu Hajar Damanik (kiri)

Keempat WR tersebut adalah Prof Dr Abdul Hamid MPd (Dekan Fakutas Teknik) sebagai WR I, Dr Restu MS (Dekan Fakultas Ilmu Sosial) sebagai WR II, Prof Dr Sahat Siagian MPd (Asisten Direktur II Pascasarjana) sebagai WR III, dan Prof Dr Manihar Situmorang MSc Phd (Kepala Lembaga Penelitian) sebagai WR IV.

“Tim baru serta semangat baru membangun Unimed semakin maju dan berkembang menembus persaingan regional dan internasional,” kata Prof Syawal Gultom usai mengambil sumpah jabatan dan melantik para WR.

Pelantikan juga dihadiri para pejabat WR periode sebelumnya, yakni Prof Dr Khairil Ansari MPd, Drs Chairul Azmi, MPd,  Prof Dr Biner Ambarita, dan Prof Dr Berlin Sibarani. Tampak hadir juga Kabag Humas Unimed, Surip serta mantan rektor Unimed, Prof Dr Hj Djanius Djamin dan para dekan, dosen, serta pejabat teras Unimed.

“Saya berharap semoga wakil rektor periode 2015-2019 bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, bekerjalah secara tim, tanggalkan ego-ego yang bisa merusak kerjasama kerja,” ujar Prof Syawal Gultom.

Dalam kesempatan itu, Prof Syawal Gultom menyampaikan beberapa program penting kepada para WR Unimed untuk memajukan Unimed. ”Jika menjalankan program  penting ini, maka  Unimed menjadi universitas kelas dunia,” sebutnya.

Adapun program penting itu antara lain, meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan melalui penguatan implementasi kurikulum Perguruan Tinggi berbasis Kualifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kemudian, Menerapkan standar mutu mata kuliah. Kemudian meningkatkan jumlah kualitas penelitian, buku, dan publikasi ilmiah.

Melakukan pengembangan lulusan berstandar internasional. Delapan rintisan kelas internasional untuk beberapa program studi. Kemudian, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan karya-karya inovatif serta produktif.  Meningkatkan relevansi dan daya saing lulusan melalui penguatan implementasi kurikulum perguruan tinggi berbasis kualifikasi, menerapkan tes standar mata kuliah berbasis web, dan model pendidikan pelatihan profesi.

Program lainnya berupa community development and community college, yaitu menguatkan kerja sama lokal, nasional, regional dan internasional, serta menguatkan e-learning dan e-management, dan merintis Unimed menuju world class university. Program itu dianggap mampu memajukan Unimed. ”Unimed harus bisa menjawab harapan masyarakat dalam menghadapi persaingan regional ASEAN,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Prof Syawal  juga mengamanatkan kepada empat wakil rektor yang baru, siap menerima aspirasi dari setiap civitas Akademika Unimed dan pihak luar. Kemudian, para wakil rektor harus memberikan  pelayanan terbaik sebagaimana harapan orangtua mahasiswa dan mahasiswa.

Tidak kalah penting, dia menambahkan, adalah mengelola data dan informasi serta ilmu pengetahuan. Selain itu juga perlu mengintegrasikan semua unit agar terpantau dengan baik untuk mencapai tujuan Unimed. Memberdayakan institusi dengan SDM  agar bermanfaat masyarakat. “Saya titipkan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoringnya agar Unimed menjadi kembanggaan bangsa dan negara,” ucapnya.

Selain itu, Prof Syawal juga mengingatkan agar WR agar meningkatkan kinierja  dengan pola koordinasi yang baik antara wakil rektor sesuai dengan bidangnya masing-masing. (*)

———————-
Laporan: Draza

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda