Sri Rahmawati: “Aku Sudah Capek Membesarkan, Dihancurkannya Pula…”

KABARHUKUM-Medan | Terungkapnya kasus pemerkosaa anak oleh ayah kandung dan ayah angkatnya sekaligus selama 2 tahun, benar-benar meremukkan hati ibu Ratna (korban dan bukan nama sebenarnya, red), Sri Rahmawati. Sri mengaku dirinya telah remuk redam gara-gara peristiwa pemerkosaan tersebut.

Korban pemerkosaan (ilustrasi)
Korban pemerkosaan (ilustrasi)

“Aku sudah capek membesarkannya, malah dihancurkannya pula masa depan anakku, aku udah gak tau lah memohon sama siapa,” ujar Sri di kantor KPAID Sumut, Rabu (29/7/2015).

Dia meyakini, walau dua orang tersebut sudah menyetubuhi anaknya, HA (ayah kandung Ratna) adalah orang yang merebut keperawanan Rini. Sri yang saat itu berada di Kantor KPAID, meminta dan memohon agar kedua pelaku yang telah melecehkan anaknya agar ditangkap pihak berwajib.

“walau sudah kulapor, tetapi belum mau aku kerumah para pelaku itu, karena takutnya lari pula mereka, biarlah pak polisi yang tangkap,” ujar Sri sedih.

Sri sebelumnya sudah melapor ke Polresta Medan. Laporannya bernomor LP/1970/VII/SPKT/2015/ Resta Medan, Senin (27/7/2015) pukul 11.00 wib. Terbongkarnya kasus ini ketika Ratna tinggal di rumah neneknya di Bukit Tinggi. Di situ ia bercerita kepada pekerja di rumah neneknya bahwa ia telah berulangkali diperkosa bapaknya. Lalu pekerja tersebut melapor ke nenek Ratna dan kemudian memberitahu Sri.

Polisi sendiri berjanji akan secepatnya menangkap HA dan Iv (ayah angkat Ratna). (*)

————————-
Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda