Komnas HAM: Setiap Tahun 7.000 Kasus Terkait HAM Dilaporkan

KABARHUKUM-Medan | Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menyebutkan, setiap tahun ada 7.000 kasus yang dilaporkan ke Komnas HAM. “Itu laporan yang terkait pembela HAM ke meja Komnas HAM,” kata Komisioner Pelapor Khusus untuk Pembela Komnas HAM, Siti Laila Noor dalam Dialog Publik Perlindungan Pembela HAM di Hotel Shantika Dyandra, Kamis (30/7/2015).

Suasana Dialog HAM di Medan
Suasana Dialog HAM di Medan

Dalam dialog itu Komnas HAM mengundang Wadirreskrimum Polda Sumut Enggar Pareanom, dan Ketua Pusham Unimed Majda El Muhtaj. Hadir juga KontraS, LBH Medan, Pusham Unimed, BEM USU, HMI cabang Medan, GMNI cabang Medan, WALHI, PKPA, ASB dan beberapa LSM yang bergerak di bidang HAM.

Menurut Siti, di Indonesia saat ini sering terjadi bentuk-bentuk intimidasi terhadap pembela HAM. “Ini bukanlah hal yang baru pembela HAM. Tindakan kriminalisasi dalam sejarah konflik dan pelanggaran HAM merupakan ancaman serius bagi pembela HAM,” katanya.

Ditambahkannya, dalam konteks HAM, paradigma partisipatif diletakkan sebagai hak, dan perkembangannya muncullah wacana pembela HAM (Human Right Defender). Wacana ini muncul seiring menguatnya peran individu maupun kelompok dalam usaha penegakan HAM guna menjamin proses demokratisasi dan kesejahteraan umum yang meluas. Muncul deklarasi pembela HAM. Yang diadopsi oleh PBB melalului General Assembly Resolution Nomor 53/144 pada tanggal 9 Desember 1988.

Enggar Pareanom yang menjadi pembicara mengatakan bahwa perlu adanya ketegasaan untuk undang-undang Pembela HAM.

Sementara itu, Majda El Muhtaj menambahkan dalam kasus pelanggaran HAM aktor yang sering dikeluhkan oleh para korban pelanggaran HAM adalah Pemda, polri,TNI, korporasi, preman, perusahaan media. (*)

 

———————-

Laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda