Korupsi BLH Langkat, 13 Divonis Uniknya Satu yang Dipenjara

KABARHUKUM-Medan | Sebanyak 13 orang terdakwa kasus korupsi pada Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Langkat divonis mulai dari 1 tahun hingga 1 tahun 3 bulan penjara oleh Majelis Hakim Tipikor Medan. Uniknya dari 13 terdakwa hanya satu orang yang ditahan yakni Syafii selaku kuasa dari rekanan dikarenakan pernah kabur.

5 dari 13 terdakwa korupsi BLH Langkat saat divonis
5 dari 13 terdakwa korupsi BLH Langkat saat divonis

“Tidak semua kita tahan, cuma satu orang Syafii, alasannya karena tidak kooperatif dan sempat kabur melarikan diri. Dan yang lainnya itu berstatus tahanan kota,” ungkap jaksa penuntut umum (JPU), Arif Kadarman.

Syafii sendiri dijatuhi hukuman selama 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsider 2 bulan oleh majelis hakim yang diketuai Robert Hendrik. Selain itu, ia juga dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp 186 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Sementara para terdakwa lainnya Faisal Hadi selaku Ketua Panitia Pengadaan divonis hukuman 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsider 2 bulan kurungan. Sedangkan Elvi Indriani selaku Sekretaris Panitia Pengadaan, Icum Susanti, Asril yusti, dan Muhidin Aswan Depary selaku Anggota Panitia Pengadaan, masing-masing divonis hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan subsider selama 1 bulan kurungan.

Kemudian, juga menjatuhkan vonis terhadap Buyung Surbakti selaku Ketua Pemeriksa Barang, Irhamsyah Hasibuan selaku Sekretaris Pemeriksa Barang, Juli Syahpitri, Teguh Christopan, Johannes Sitepu selaku anggota Pemeriksa Barang, Zubaidah selaku Bendahara Barang, masing-masing selama 1 tahun dan denda Rp 50 juta dengan subsider 1 bulan kurungan.

Mereka semua dinyatakan terbukti korupsi markup pada proyek pembelian alat ukur udara bersumber dana APBD Tahun 2011 sebesar Rp 1,1 Miliar. Dalam kasus ini masih ada dua tersangka lagi yang belum dilimpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri Medan, salah seorang diantaranya Herminta Sembiring selaku Kepala Badan Balai Lingkungan Hidup Langkat.(*)

_________________
Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Korupsi BLH Langkat, 13 Divonis Uniknya Satu yang Dipenjara”

  1. […] Perbuatan Tri Wahyudi dinilai telah meyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 282 juta dalam pengadaan alat ukur kualitas udara dan lingkungan pada tahun 2011 senilai Rp 1,1 miliar. Sebelumnya dalam kasus ini sebanyak 13 terdakwanya telah divonis. (baca: Korupsi BLH Langkat, 13 Divonis Uniknya Satu yang Dipenjara) […]

Komentar Anda