Operasi JICT Stop, Dirut Pelindo II Harus Tanggung Kerugian

KABARHUKUM-Jakarta | Presiden Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan mengatakan Direktur Pelindo II RJ Lino harus bertanggung jawab atas kerugian akibat aksi stop kerja ratusan anggota Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Sebab, aksi tersebut merugikan pemilik barang dan perekonomian negara.

Presiden Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan
Presiden Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan

“Pelabuhan rugi puluhan miliar Rupiah. Dirut Pelindo II RJ Lino harus tanggung jawab. Aksi main pecat Lino telah berdampak kepada kerugian berbagai pihak termasuk Kamtibmas. Harusnya dia bisa jaga iklim kondusivitas,” kata Syaiful yang juga selaku pemerhati pelabuhan tersebut di Jakarta.

Dirinya juga menyayangkan, aksi tersebut menyebabkan kemacetan dan menahan 3.663 petikemas yang sedianya akan bongkar muat di terminal petikemas terbesar Indonesia yang dikelola oleh Hongkong tersebut.

“Dampak kerugian jelas puluhan miliar, hanya karena aksi industrial yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Ini terkesan seperti sengaja ingin bikin gaduh,” ujar Syaiful.

Menurutnya lebih jauh bahwa Dirut Pelindo II tidak punya itikad baik selesaikan masalah konsesi JICT. “Lino tidak pernah menjawab substansi malah belokkan dengan isu yang jelas-jelas bohong bahwa gaji Senior Manajer JICT sama dengan gajinya. Harusnya Lino tinggal tunjukkan bukti persetujuan perpanjangan konsesi JICT dari Pemerintah dalam hal ini Meneg BUMN dan Menteri Perhubungan,” ungkapnya.(*)

____________________
Laporan : Barto

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda