Sabtu Ini Ijazah SD-SMP-SMA Sederajat Siap Didistribusikan, Dilarang Pungut Biaya

KABARHUKUM-Medan | Siswa SMP dan SMA/SMK bisa segera menerima ijazah sebagai bukti kelulusan mereka pada ujian nasional (UN). Seluruh blangko ijazah mulai Sabtu (1/8/2015), siap dibagikan ke seluruh Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota se-Sumut.

ijazahh
Siswa ketika menempel sidik jari di ijazah. (foto: sdnlatsaritbn.blogspot-ilustrasi)

Koordinator Ujian Nasional Sumut, August Sinaga mengatakan, blangko ijazah akan sudah diterima dari pihak percetakan. “Ijazah sudah kami terima, sekarang sedang di gudang dan mulai kita bagikan ke disdik kabupaten/kota. Masalah pengambilan ijazah bisa dilakukan selama jam kerja sampai satu minggu ke depan,” ujarnya, Kamis (30/7/2015).

Dia mengatakan, sesuai dengan kontrak lelang pengadaan dengan PT Pura Barutama Semarang, tepatnya 1 Agustus 2015, ijazah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se- Sumatera Utara direalisasikan ke dinas pendidikan kab/kota.

“Ijazah tersebut langsung didistribusikan pihak rekanan dari percetakan ke dinas pendidikan kab/kota di Sumut,” kata August Sinaga, di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Jalan Cik Ditiro, Medan.

Dia menjelaskan, ijazah yang dicetak sesuai dengan data kelulusan siswa yakni sebanyak 272.198 peserta dengan 3.420 sekolah penyelenggara. Rinicianya SMP sebanyak 214.868, SMP, sedangkan SMP LB sebanyak 96, dan paket B sebanyak 3.369.

Sementara untuk tingkat SMA, IPA sebanyak 60.994, IPS sebanyak 46.242, SMA LB sebanyak 50, dan Paket C IPA sebanyak 50 serta IPS sebanyak 844 siswa. Untuk SMK sebanyak 86.728.

“Blangko ijazah sudah mulai disalurkan, Sabtu 1 Agustus. Blangko ijazah yang diserahkan, masih kosong dan belum ditulisi apa-apa, karena nanti kepala sekolah yang akan isi,” sebutnya seraya mengatakan penulisan ijazah, harus mengikuti petunjuk teknis yang sudah ditentukan.

Ia menambahkan semua data yang ditulis dalam ijazah harus sesuai dengan nama yang dikirimkan ke pusat, semisal nama pemilik ijazah. “Kalau nama, atau tempat tanggal lahir, atau lainnya, harus diisi sesuai dengan yang dikirim ke pusat, supaya tidak terjadi perbedaan, jangan asal isi, akan jadi masalah nantinya,” jelasnya.

Menurut August, meskipun ada penambahan blangko dari jumlah peserta UN, namun blangko tersebut disimpan panitia UN Sumut. Jika memang ada laporan dari dinas pendidikan kabupaten dan kota tentang blangko yang rusak, maka pengajuan pergantian itu harus disertai dengan berita acara disertai dengan bukti blangko yang rusak tersebut.

“Kita tidak ingin blangko cadangan itu dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik. Apalagi kita juga akan memberi laporan mempertanggungjawabkan cetakan blangko tersebut ke Kemendikbud,” kata August.

Untuk pembagian ijazah, sekolah dilarang untuk memungut biaya apapun, baik kepada siswa maupun orangtua siswa. “Semuanya gratis, tidak ada namanya tarik-tarik biaya, hati-hati saja kalau kedapatan, pasti ada sanksi yang disiapkan,” jelasnya. (*)

 

————————
Laporan: Draza

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda