Lima Perempuan yang Dijual Mucikari di Medan Dititip di Berastagi

KABARHUKUM-Medan | Lima perempuan muda korban penjualan dari Mucikari yang tertangkap kemarin dititipkan Polda Sumut ke Panti Rehabilitasi Parawansa, Berastagi, Tanah Karo, pada Kamis (30/7/2015) kemarin. Dua di antara korban itu berstatus mahasiswi. Direncanakan dua korban ini akan dijadikan saksi di persidangan nanti.

Tersangka trafficking ketika di Polda Sumut bersama para korban.
Tersangka trafficking ketika di Polda Sumut bersama para korban.

Sebelumnya, kelima korban ini dijual mucikari bernama Bona Sinaga alias Yasmine (23) di Kota Medan dengan harga Rp 2 Juta sekali kencan. Walau pria, Bona sendiri berperilaku seperti keperempuan-perempuanan. Bona dan lima perempuan muda itu tertangkap tangan saat bertransaksi dengan petugas Subdit IV/Renakta Direktorat Reskrimum Polda Sumut yang melakukan penyamaran di Hotel ASEAN, Jalan H Adam Malik Medan pada Selasa (28/7/2015) kemarin.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut AKBP Enggar Pareanom mengatakan, kelima mahasiswi asal Medan diamankan bersama Bona. Kelima wanita muda ini merupakan korban perdagangan manusia. “Tersangka mendapat 25% dari hasil,” kata dia.

Pasal yang akan dikenakan kepada pelaku, Pasal 2 UU No. 21 Tahun 2007 tentang TTPO dan atau pasal 296 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun. Bona sendiri mengaku hanya perantara. “Saya sebenarnya hanya perantara bagi mereka,” dalih Bona.

Bona menyimpan foto ke-15 wanita yang diperdagangkannya itu. Melalui HP dia kemudian mengirim foto-foto kepada yang memesan. Dengan tertangkapnya kelima orang tersebut, berarti masih ada lagi sepuluh orang lagi yang belum terungkap. Polisi sendiri sudah berencana akan memanggil kesepuluh perempuan itu.

Kelima wanita yang ikut diamankan berinisial SS (20), warga Denai berstatus mahasiswi, AHP (21) warga Pekanbaru berstatus mahasiswi, PMS (22) warga Binjai, MA (22) dan MSD (22). Keempat perempuan yang disebut belakangan diketahui menetap di Jalan Ayahanda Medan. (*)

—————–
Laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda