Paspor Tak Ada, Warga Pakistan Ditangkap di Perusahaan Sapu Lidi

Muhammad Tahir Saleem, WN Pakistan sedang diperiksa di Imigrasi. (foto: d-One)

KABARHUKUM-Medan | Muhammad Tahir Saleem (32) adalah warga negara Pakistan. Tapi kini, dia harus diamankan petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Klas I karena gagal menunjukkan paspornya.

Muhammad Tahir Saleem, WN Pakistan sedang diperiksa di Imigrasi.  (foto: d-One)
Muhammad Tahir Saleem, WN Pakistan sedang diperiksa di Imigrasi.
(foto: d-One)

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Klas I Khusus Medan, Lilik Bambang Lestari mengatakan, Muhammad Tahir Saleem ditangkap di sebuah perusahaan sapu lidi di Jalan Jati Luhur, Helvetia, Medan. Sapu-sapu ini rencananya akan diekspor ke Pakistan.

“Hari ini kita ada tangkapan orang asing, warga negara Pakistan. Dia kita tangkap pada saat tim kita melaksanakan pengawasan orang asing, saat kita periksa dokumennya, dia tidak bisa menunjukkan paspornya. Katanya di Jakarta, mau diperpanjang visanya,” katanya.

Karena tidak bisa menunjukkan passport, pihaknya membawanya ke Kanim Klas I Medan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Jadi ada dua kesalahanya, pertama tak bisa menunjukkan passport saat pejabat pemerintah melakukan pemeriksaan dan kedua, dugaan penyalahgunaan izin tinggal,” ungkapnya.

Melalui penerjemahnya, Muhammad Tahir Saleem menjelaskan bahwa paspornya sudah dikirimkan ke saudaranya yang berada di Jakarta untuk perpanjangan visa, pada pukul 12.00. “Jam 12 saya kirim ke Jakarta, dan jam 14.00 saya dibawa ke sini,” ungkapnya.

Dia mengaku baru sekitar 17 hari di Medan setelah sebelumnya di Jakarta sekitar 3 hari. Mengenai perusahaan pembuatan pabrik sapu lidi, menurutnya sudah berjalan selama setahun. “Saya tak ada bisnis di sini, saya hanya disuruh tunggu di sini karena visa saya sedang diperpanjang di Jakarta,” ungkapnya.

Dia membenarkan bahwa sapu lidi tersebut akan diekspor ke Pakistan untuk dijual dengan harga 45 rupee Pakistan/kg. “Itu usaha abang saya, dia sudah jadi WNI, dan istrinya juga WNI, ” katanya. (*)


laporan: Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda