LBH Medan : USU dan Polisi Harus Serius Usut Kematian Fahmi

Gedung Asrama Putera milik USU di Jl DR Mansyur Medan

KABARHUM-Medan | Kematian mahasiswa yang bernama Fahmi Perdana Putra di Asrama Putra Universitas Sumatra Utara (USU) Jalan Dr Manshur Medan, dianggap keluarga almarhum penuh keganjilan. Datang ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Pujiwati selaku ibu dari almarhum, meminta bantuan hukum dalam mengungkap tabir kematian anak sulungnya tersebut.

Gedung Asrama Putera milik USU di Jl DR Mansyur Medan
Gedung Asrama Putera milik USU di Jl DR Mansyur Medan

Dihadapan awak media, Pujiawati menegaskan kalau dirinya tidak terima atas kematian putranya. Apalagi sempat beredar kabar disalah satu media yang menyebutkan kalau anaknya mati bunuh diri jatuh dari lantai 3 Asrama tersebut.

Padahal ungkap Pujiawati, sebelum peristiwa terjadi tepatnya, Sabtu (13/6/2015) lalu, Fahmi sempat menelpon ia dan suaminya. Saat itu, Fahmi mengatakan mau nonton bola bareng teman-temannya di asrama. Namun sungguh mengejutkan, selang satu jam kemudian telepon masuk dan menyebut kalau anaknya dalam kondisi kritis karena terjatuh dari lantai 3 asrama.

Mendengar itu, sebelumnya keluarga tidak percaya, namun setelah ada yang menelpon dari hp pribadi milik Fahmi, barulah mereka percaya. Saat itu, pihak keluarga menaruh curiga karena hp almarhum tidak rusak sedang ia dikabarkan terjatuh dari gedung.

Untuk kecurigaan tersebut, mereka telah melaporkannya ke pihak USU bahkan juga ke polisi wilayah Polsek Medan Baru, namun tidak direspon sama sekali. Untuk itu, ia mengadu ke LBH Medan agar mendapatkan kepastian tentang kematian anaknya.

Ditempat sama, Koordinator Litigasi LBH Medan, Anggun Rizal Pribadi menegaskan pihak kepolisian seharusnya melakukan pengusutan baik pemeriksaan para saksi maupun melakukan cek TKP. Begitu pula dengan pihak USU, tidak bisa lepas tanggungjawab, sebab bangunan tersebut dikelola dan milik USU.(*)


Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda