Terbesar di Indonesia, Uang Pemko Medan Kebanyakan Diendapkan di Bank

Plh Walikota Medan, Syaiful Bahri saat upacara di Pemko Medan. Uang Pemko Medan disebutkan Kemenkeu RI kebanyakan diendapkan di bank. (foto: ilustras-balitbang.pemko)

KABARHUKUM-Jakarta | Pemerintah Kota Medan menjadi salah satu kota terbesar di Indonesia yang dicatat Kementerian Keuangan (kemenkeu) menyimpan dana menganggur di bank. Kemenkeu mencatat dana pemerintah daerah yang menganggur (idle) di perbankan per Juli 2015 sebesar Rp 273,5 triliun. Selain Medan, tercatat Provinsi DKI Jakarta dan Kota Surabaya adalah dua daerah dengan dana menganggur terbesar. Untuk pemerintahan kota, Pemko Medan diletakkan bersama Kota Surabaya, Cimahi, Tangerang dan Semarang.

Plh Walikota Medan, Syaiful Bahri saat upacara di Pemko Medan. Uang Pemko Medan disebutkan Kemenkeu RI kebanyakan diendapkan di bank. (foto: ilustras-balitbang.pemko)
Plh Walikota Medan, Syaiful Bahri Lubis saat upacara di Pemko Medan. Uang Pemko Medan disebutkan Kemenkeu RI kebanyakan diendapkan di bank. (foto: ilustras-balitbang.pemko)

Bambang menuturkan, bila daerah-daerah tersebut tidak memperbaiki penyerapannya hingga akhir 2015, maka daerah-dareah ini akan menerima sanksi di tahun berikutnya.

“Daerah-daerah ini memiliki dana yang cukup besar, tapi cuma diletakkan di perbankan, bukan disalurkan ke masyarakat,” ungkap Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Sanksi pertama adalah dengan mengonversi dana transfer ke daerah ke dalam bentuk non-tunai, yaitu Surat Utang Negara (SUN). Kedua adalah dengan mengurangi dan menghentikan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun berikutnya. “Metode sanksinya ini baru 2016, tapi akan melihat di kinerja 2015,” kata dia. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda