Ini Cara Layangkan Gugatan Perdata tanpa Didampingi Pengacara

KABARHUKUM | Bagi sobat kabarhukum yang merasa haknya tidak terpenuhi dan sangat ingin memperjuangkannya meski telah melakukan usaha secara kekeluargaan namun juga gagal, dapat melakukan gugatan perdata. Mungkin bagi seorang pengacara (lawyer/advokat) mendaftarkan gugatan perdata ke pengadilan tentu hal biasa, namun bagaimana dengan kita yang awam?

pidana1Untuk itu redaksi kabarhukum.com akan mencoba menguraikan proses dari cara melayangkan gugatan perdata tersebut dan spertinya tidak akan membuat kita pusing dan bingung.

Pertama, gugatan perdata diajukan kepengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri) dimana kita tinggal atau dimana objek perkara berada. Meskipun pada surat gugatan tertulis ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri, namun gugatan tersebut diserahkan melalui Bagian Kepaniteraan Perdata.

Surat gugatan diserahkan kepada petugas bagian kepaniteraan perdata (biasanya disebut juga Meja I) untuk diregister/didaftar. Surat gugatan yang diserahkan disertai dengan beberapa kelengkapan/persyaratan seperti bukti identitas diri kita. Lain halnya dengan gugatan yang dilakukan oleh pengacara biasanya surat gugatan disertai dengan surat kuasa yang sudah dilegalisir.

Dalam mendaftarkan gugatan di bagian kepaniteraan tersebut, kita harus menyerahkan surat gugatan asli dan copynya yang masing-masing nantinya akan diberi cap register. Copy surat gugatan tersebut jumlahnya tergantung pada berapa jumlah Tergugat dalam surat gugatan tersebut dan tentu untuk penggugat sendiri.

Sebelum gugatan diregister, petugas yang menerima pendaftaran gugatan kita memberikan SKUM (biasanya SKUM itu dibuatkan oleh staf di Meja II) yang mencantumkan besaran biaya perkara dengan memperhatikan jumlah pihak-pihak yang digugat dan tempat tingggal pihak-pihak yang digugat .

Setelah kita membayar biaya perkara di kasir atau melalui bank sesuai dengan arahan bagian kepaniteraan, lalu kita berikan bukti pembayaran perkara tersebut kepada staf kepaniteraan perdata tersebut.
Lalu, bukti pembayaran perkara diberikan kepada staf kepaniteraan (Meja II) dan kemudian surat gugatan register dan memberikan nomor register perkara pada lembar atau halaman depan surat gugatan, dan juga dicantumkan pula tanggal gugatan itu diterima.

Surat gugatan dan kelengkapannya tersebut kemudian diperiksa panitera muda Perdata dan bila tidak ada masalah panitera muda perdata membubuhkan tanda tangan pada tanda terima gugatan/register yang tertera pada surat gugatan.

Setelah surat gugatan didaftarkan dan sudah diregister dan satu berkas surat gugatan yang sudah diresgister diberikan kepada kita, maka kita tinggal menunggu surat panggilan sidang dari Pengadilan Negeri bersangkutan yang biasanya disampaikan oleh juru sita kepada kita untuk menghadiri sidang sesuai dengan waktu, hari, dan tanggal yang sudah dicantumkan dalam surat panggilan sidang dimaksud.

Nah bagaimana Sobat kabarhukum.com, ternyata kita sendiri bisa melayangkan gugatan perdatakan dan sepertinya simple dan tidak sulit, so…selamat mencoba.(*)


 

Sumber : boyyendratamin
Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda