Digerebek Polisi Sore Ini, Warga Pinggir Rel Jalan Ampera Raya-Karantina Glugur Medan Melawan

Satuan Narkoba Polresta Medan. (foto: dhabit barkah siregar-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Sejumlah aparat yang diduga dari kepolisian Polresta Medan diserang sejumlah warga pinggiran rel Jl Karantina, Glugur Medan lantaran hendak menggerebek, serta menciduk pengedar narkoba, Senin (24/8/2015) sekitar pukul 14.30 WIB tadi.

Satuan Narkoba Polresta Medan.  (foto: dhabit barkah siregar-kabarhukum.com)
Satuan Narkoba Polresta Medan.
(foto: dhabit barkah siregar-kabarhukum.com)

Dari pantauan kabarhukum.com di lokasi, terlihat puluhan ibu dan pemuda yang heboh, berkerumun sambil bercerita satu sama lain. Dari raut wajah mereka, terlihat seperti habis melihat sesosok mahluk menyeramkan yang baru saja melintas di depannya.

Namun, dari keterangan salah seorang warga, petugas kepolisian yang berjumlah 6 orang beserta informan baru saja memasuki lokasi tersebut. Usaha mereka untuk menciduk salah seorang penjual narkoba di lokasi hampir berhasil, tetapi warga lain yang diyakini sebagai pengedar melempari petugas. Akibatnya polisi kesulitan untuk mengamankan tersangka, bahkan kabur bagaikan kancil yang lepas dari jeratan buaya.

Melihat ulah warga, polisi berang dan sempat memetik satu tembakan ke udara guna peringatan. Mendengar suara tembakan, warga yang bermukim di sepanjang pinggiran rel yang ada di Jl Ampera Raya pun heboh.

“Ada 6 orang (polisi) yang masuk. Mereka nangkap satu orang, habis itu dilempari batu sama orang sana. Bandar juga pastinya, makannya ikut ngelempar,” ungkap wanita berambut pirang dengan tatto di jari-jari tangan kanannya, kepada kabarhukum.com.

Lalu, sambung saksi yang enggan membuka identitasnya ini, dirinya mengaku mengenal dengan salah seorang petugas kepolisian. Dan malah mengkritik perbuatan personil kepolisian. “Polisi (sektor) mana dia itu? Medan Barat atau Polresta?” tanyanya kepada kabarhukum.com. (*)


laporan: Dhabit Barkah Siregar 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda