Kawanan Pembeli Online Penipu Diringkus Polresta Medan

Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan saat memaparkan penangkapan para penipu tersebut. (foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Kawanan penipuan dengan modus bersandiwara sebagai polisi gadungan dan pembeli dagangan online diringkus Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Medan.

Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan saat memeparkan penangkapan para penipu tersebut
Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan saat memeparkan penangkapan para penipu tersebut (Foto : Adek)

Mereka adalah SIH (21) warga Jalan Belat, Kelurahan Siderejo Kecamatan Medan Tembung dan R alias D (20) warga jalan Ileng Lingkungan I Kelurahan Renges Pulau serta MRA (17) warga Jalan M Basir Medan Marelan, Kecamatan Medan Marelan, menyaru sebagai polisi gadungan.

Sedangkan yang menyaru sebagai pembeli adalah WS (25) warga Jalan Ileng Lingk 01 Kelurahan Renges Pulau Ke Medan Marelan beserta dua rekan wanitanya RND Alias T (21) warga Jalan Letter Press Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, dan RH (21) warga Jalan Muslim Gg Jawa Lk V Kelurahan Sei Kambing C II, Kecamatan Medan Helvetia

Diketahui, modus sandiwara yang dilakukan mereka ini dalam menjerat korbannya sangat penuh skenario yang profesional. Dimana, SIH, R dan MRA menyuruh WS melalui situs jual beli online OLX untuk membeli Jam tangan milik korban, Akbar Satria dan Edvi Purnomo.

Lantaran sudah sering menjual barang dagangan via Online, Akbar dan Evdi menemui WS di Hotel Garuda Plaza Jalan SM Raja, 19 Agustus 2015 lalu dengan membawa barang dagangannya. Di hotel itu, WS yang ditemani dua rekan wanitanya RND Alias T dan RH mulai membuka perbincangan basa basi dengan Akbar dan Evdi. Lalu dengan rayuannya kedua wanita ini mengajak korban untuk naik ke atas kamar dengan alasan agar lebih enak berbicara dengan korban.

Sesampainya di kamar hotel bernomor 544, Korban langsung mengeluarkan sejumlah barang dagangannya. Tak beberapa lama SIH yang saat itu mengaku kepala polisi dan R alias D serta MRA sebgai ajudan polisi, langsung masuk kekamar hotel dan menggeldah barang dagangan korban.

Dengan alasan penggerebekan, polisi gadungan ini melancarkan aksinya dengan bersandiwara dan menyatakan kalau WS dan kedua teman wanitanya T dan RH adalah pengedar narkoba. Lalu mereka dengan alasan itu menggeledah barang-barang dikamar itu termasuk dagangan korban.

Merasa yakin dengan kedua polisi gadungan ini, karena memiliki Lencana palsu, korban pun rela diperiksa seluruh badannya hingga barang bawaannya.

Lalu, para polisi gadungan bersama ketiga kawannya yang bersandiwara ini mengamankan harta bawaan korban berupa 5 Buang Kotak Kosong, 1 Buah Stempel, 1 buah Topi pet, 1 Bungkus Plastik Putih yang berisikan Bon-bon Faktor, 1 kotak jam merek Billabong, 1 kotak Jam merek Navi Force, 1 kotak yang berisikan 2 jam mrek Alba, 1 buah Tas koper warna Silver, 1 unit Hp Samsung, 1 Unit HP Nokia, 1 Buah Power Bank, 1 Buah KTP a.n Evdi dan KTP a.n Akbar, 1 buah Tas besar, 1 tablet Samsung. Serta I Unit Hp nokia, 2 buah jam mahal, 1 ransel warna hitam yang berisikan 6 buah kotak yang berisi 6 buah jam tangan digita, 1 buah kotak yang berisi jam tangan merek Navi Force, 1 pasang sepatu, 1 buah kemeja, 1 buah dompet Levis warna coklat, 1 kotak yang berisikan 2 buah jam masing-masih merek Carrera dan seven Friday, 1 buah kaca mata hitam, 1 buah jam tangan Alexander Cristh, dan uang tunai Rp. 400.000 dan 2 sepeda motor korban bersama STNK nya.

Setelah membawa harta korban, para polisi gadungan ini pun pergi dibarengi 3 konsumen yang telah menipu korban. Sadar menjadi korban perampokan, Akbar dan Evdi pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan kota. Kamis (20/8) dengan nomor polisi: LP/1087/K/VIII/2015/SU/Polserta medan/Sek M Kota.

Di Mapolresta Medan, para pelaku ini mengakui perbuatannya, bahkan mengaku sudah sering melancarkan aksinya di lokasi berbeda di kota medan.

” Kita sudah amankan ke enam pelaku dan kasus ini terus kita kembangkan, dikarnakan adanya lagi korban-korban pelaku yang belum bisa kita temui. Pelaku kita jerat dengan pasal 363 Ayat 1 Ke 4e Jo 55 ayat 1 ke 1e KUHPidana dengan hukuman 5 tahun penjara,”tegas Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono.(*)


Laporan : Adek Siahaan

Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda