Anggaran Kebersihan Kota Makkah dan Madinah Lebih Rp 9,3 Triliun!

Para pekerja tampak membersihan daerah seputar Ka'bah, Makkah. (foto: lifeinsaudiarabia)

KABARHUKUM-Makkah | Menteri Urusan Kota dan Desa Arab Saudi, Abdul Abdul Lateef Al-Asheikh, pada Senin (24/8/2015) kemarin mengatakan, dia ditela diinformasikan kalau sebanyak 2,5 miliar Riyal atau sekitar Rp 9,35 Triliun lebih telah dianggarkan kepada perusahaan yang dikontrak untuk membersihkan tempat-tempat suci selama musim haji tahun 2015 ini.

Sebelumnya, Kementerian Haji Arab Saudi telah mengontrak 15 perusahaan untuk membersihkan kota-kota suci di Makkah dan Madinah. Ke-15 perusahaan itu merupakan perusahaan lokal Arab Saudi.

Para pekerja tampak membersihan daerah seputar Ka'bah, Makkah.  (foto: lifeinsaudiarabia)
Para pekerja tampak membersihan daerah seputar Ka’bah, Makkah.
(foto: lifeinsaudiarabia)

Al-Asheikh memuji para pemimpin negara dan berbagai instansi pemerintah dan swasta untuk menyediakan layanan berkualitas bagi para peziarah melakukan haji tahun ini.

Secara khusus, kata dia, Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal dan Makkah Walikota Osama Al-Barr harus berterima kasih kepada mereka yang telah berperan penting di kota suci tersebut.

Abdulsalam bin Sulaiman Mushat, Wakil Layanan Kota Makkah, mengatakan, operasi pembersihan telah dilakukan sejak 22 Juli 2015 lalu di 10 kota. Kontrak pembersih diberikan kepada beberapa perusahaan khusus, yang meliputi lima zona pembersihan di Makkah dan tempat-tempat suci.

Sebelumnya, Menteri Haji Arab Saudi, Bandar Hajjar, telah mengeluarkan surat edaran untuk limbah pembuangan perusahaan sebelum awal musim saat ini. Limbah harus ditempatkan dalam kotak dikompresi sebelah dapur sehingga mudah untuk dibersihkan. Sejumlah aturan juga dikeluarkan bagi penduduk lokal dan perusahaan di daerah-daerah tersebut, sekaligus denda dan hukuman bagi yang melanggar. (*)


sumber: arabnews
editor: Nirwan SP

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda