Inspektur Kota Medan, Farid Wajedi: Pencopotan Jabatan Yunus Akibat Salahnya Sendiri

Inspektur Pemko Medan, Drs Farid Wajedi MSi (foto: Maestro Sialoho-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Terkait pencopotan Muhammad Yunus SSTP dari jabatan Kabag Organisasi dan Tata Laksana (Orta) Pemko Medan, pihak Inspektorat Kota Medan kepada kabarhukum.com menyampaikan alasannya. Ditemui di ruangannya, Inspektur Pemko Medan Drs Farid Wajedi MSi didampingi Tim Auditor Inspektorat, Amri dan Inspektur Pembantu, Ismail menyatakan, pencopotan itu diakibatkan kesalahan Yunus sendiri karena tidak disiplin.

Inspektur Pemko Medan, Drs Farid Wajedi MSi (foto: Maestro Sialoho-kabarhukum.com)
Inspektur Pemko Medan, Drs Farid Wajedi MSi
(foto: Maestro Sialoho-kabarhukum.com)

Farid menerangkan bahwa jabatan Kabag Orta itu adalah jabatan sangat strategis dalam pemerintahan, sehingga juga sangat dibutuhkan orang yang memimpinnya adalah orang yang penuh kedisiplinan sehingga dapat dijadikan contoh bagi bawahannya.

“Jabatan dia itu masalah kepegawaian dan sangat berpengaruh, bagaimana dia (Yunus) bisa menjadi contoh bila sering tak datang bahkan asal diundang rapat saja dia jarang hadir,” ujar Farid.

Lanjut Farid, sebagai inspektorat pihaknya hanya melakukan pembinaan bila ada pegawai yang tidak disiplin dan itu telah dilakukan pihaknya terhadap Yunus. Bahkan menurutnya, untuk Yunus sudah diberikan waktu tenggang dalam menyampaikan alasan seringnya tidak hadir. Namun bahkan saat waktu tenggang habispun Yunus belum bisa menyampaikan alasannya.

“Kamipun sebenarnya berat melihat jabatan seseorang dicopot, tapi ini adalah tuntutan peraturan dan kita menjaga aturan itu bagi pegawai yang lain,”tegas Farid.

Sementara itu, saat ditanyakan terkait bukti apa yang dimiliki inspektorat atas tidak disiplinnya Yunus, Tim Auditor Inspektorat, Amri yang juga hadir, menunjukan bukti print out absensi finger print atas nama Yunus. Dari absensi yang diperoleh dari bidang disiplin Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, terlihat kalau dari 2 Januari 2015 hingga 6 Maret 2015, absensi atas nama Yunus putih atau tidak pernah hadir.

“Ini adalah bukti absensi yang tidak dibuat-buat dan boleh dicek ke BKD, dimana alat finger print ini selaku pedoman,jadi kami tidak sembarangan dalam hal ini,”ucap Amri.

Tambah Amri, pihaknya telah berusaha memanggil Yunus yang disampaikan melalui bawahannya, namun Yunus tidak juga hadir menjumpai pihaknya. Berpedoman pada peraturan PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, maka terjadilah pencopotan jabatan tersebut dan itu sudah dilakukan sesuai prosedur.(*)


Editor : Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Inspektur Kota Medan, Farid Wajedi: Pencopotan Jabatan Yunus Akibat Salahnya Sendiri”

  1. Ronaldo

    Tlong d cek kenapa uang makan pgwai dinS kesehatn medan utk bln 9 kog blm cair…. smntara instansi lain sdh dapat sma.. kemana uangnya menguap????? Bantu kami…

Komentar Anda