Satu Persatu Korban Penipuan di Situs Belanja Online Mengadu ke Polresta Medan

penipuan online (ilustrasi)

KABARHUKUM-Medan | Satu persatu korban perampokan dengan modus membeli barang lewat Situs Online (OLX) menyambangi Mapolresta Medan untuk membuat laporan. Kali ini, giliran M Juanda Pratama (22) menyambangi Mapolresta Medan, Selasa (25/8/2015).

penipuan online (ilustrasi)
penipuan online (ilustrasi)

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ini mengaku telah dirampok oleh tersangka yang sudah ditangkap Personil Reskrim Polresta Medan, saat menjual dua unit Iphone di Situs OLX.

Juanda menceritakan kronologis penipuan yang berujung dengan perampokan yang dialaminya. “Kejadiannya itu, Kamis (14/8/2015) malam. Saya dihubungi oleh seorang wanita yang mau membeli Iphone yang saya jual. Saat itu, wanita itu mengajak bertemu di lobi Hotel Delta. Saat hendak transaksi, saya dibawa ke lantai VI kamar nomor 610. Di situlah saya ditangkap dan dirampok mereka,” ujar Juan.

Juan menceritakan, saat memasuki kamar hotel ia langsung ditangkap oleh salah seorang pelaku yang mengaku dari pihak kepolisian.
“Pelaku itu ada enam orang. Salah seorang dari mereka menggunakan pistol. Saya diancam akan ditembak, saya dituduh sebagai bandar sabu dan dipaksa mengeluarkan seluruh harta saya,” cerita Juan seraya menunjukkan surat laporan pengaduannya STPL/632/K/V/2015/SU/Polresta Medan/Sek Medan Kota.

Menurut Juan, pelaku perampok yang menguras harta bendanya sama dengan perampok yang menguras harta benda milik Akbar Satria (25) dan Edvi Purnomo (25) warga Tembung yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah, keduanya dirampok di kamar Holel Garuda Plaza Medan.
“Pelakunya sama, cuma pelaku ceweknya bukan yang ditangkap kemarin. Mereka itu juga ada membawa sabu,” urai dia.

Akibat kejadian tersebut, 2 unit Iphone, 1 unit Samsung lipat, 1 jam tangan merek Royal, dompet, uang Rp 500 juta, KTP, SIM A dan Kartu Kredit dibawa kabur para pelaku.

Sebelumnya, petugas Satreskrim Polresta Medan berhasil mengamankan pelaku perampokan dengan modus mengaku sebagai polisi. Akibatnya, 2 penjual jam online, Akbar Satria (25) dan Edvi Purnomo (25) warga Tembung mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Adapun pelaku perampokan tersebut adalah Ws (25) warga Jalan Setia Budi, SIH (21) warga Jalan Belat, RND als T (21) warga Pulo Brayan, RH (21) waraga Jalan Kapt. Muslim, R als D (20) warga Jalan Ileng dan MRA (17) warga Jalan M Basri.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono yang memaparkan hasil tangkapannya mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Kita sudah amankan ke enam pelaku dan kasus ini terus kita kembangkan, dikarenakan adanya lagi korban-korban pelaku yang belum bisa kita temui. Pelaku kita jerat dengan pasal 363 Ayat 1 Ke 4e Jo 55 ayat 1 ke 1e KUHPidana dengan hukuman 5 tahun penjara,”ujarnya. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda