Besok, Khaidar Aswan Disidang di Pengadilan Tipikor Medan

Juru Bicara PN Medan, Fauzul Hamdi SH MH saat memberikan. (foto: Andang-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Para tersangka dugaan korupsi kredit fiktif Pertamina di BRI Agroniaga yakni mantan Ketua Koperasi Karyawan PT Pertamina UPMS 1 Medan, Khaidar Aswan dan Kacab BRI AGRO KCP S Parman Sri Muliani beserta Account Officer (AO) BRI AGRO KCP S Parman, Bambang, akan menjalani persidangan, Kamis (27/8/2015) besok. Kasus yang merugikan negara sebesar Rp16 miliar ini digelar di Pengadilan Tipikor dengan Majelis Hakim yang diketuai Brillian.

Juru Bicara PN Medan, Fauzul Hamdi SH MH saat memberikan. (foto: Andang-kabarhukum.com)
Juru Bicara PN Medan, Fauzul Hamdi SH MH saat memberikan.
(foto: Andang-kabarhukum.com)

Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Medan, Fauzul Hamdi SH MH, menyatakan hal tersebut dan menjelaskan bahwa untuk hakim anggotanya adalah Leoni Sihombing dan Denny Iskandar. (Baca: Kasus Korupsi Rp 16 Milyar Pertamina di BRI Agroniaga Medan Segera Disidangkan)

Sementara itu, Ketua Tim Penyidik Satuan Khusus Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satsus P2TPK) Kejatisu, Dharmabella Timbasz, menyampaikan dari pihak kejaksaan telah menunjuk tim jaksa penuntut umum dipimpin Jaksa Rehulina Purba.

Untuk diketahui, Khaidir Aswan selaku tersangka dinyatakan telah melakukan manipulasi data karyawan yang terdaftar dalam Kopkar Pertamina untuk mengajukan pemimjaman komsumtif atau kredit ke BRI Agro. Adapun nama karyawan dan out sourching yang diajukan sebanyak 549 orang kepada BRI Agro. Namun ketika itu, pihak Kepala Cabang BRI Agro Sri Muliani dan Account Officer (AO) di bank tersebut tidak melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap data yang diajukan. (Baca: Kasus Kopkar Pertamina Bawa Khaidar Aswan ke PN Tipikor Medan)

Juga ditemukan bahwa uang pinjaman atas nama Kopkar Pertamina sebesar Rp 25 Milliar yang telah dikucurkan BRI Agro tidak sampai kepada karyawan yang namanya terlampir dalam peminjaman tersebut. Ternyata uang yang telah dikucurkan sepenuhnya dinikmati oleh tersangka Khaidar Aswan. Dalam kasus ini, hasil pemeriksaan BPK Perwakilan Sumut, total peminjaman Rp 25 milliar dan dari total itu sebesar Rp 16 miliar bermasalah dan baru Rp 8 milliar lebih yang dikembalikan.(*)


Editor: Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda