Eh, Perampok Toke Jam Online Diduga Anak Pejabat Bea dan Cukai

Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan saat memaparkan penangkapan para penipu tersebut. (foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Cerita soal aksi perampokan yang dilakukan oleh oleh 6 ABG dengan modus mengaku sebagai polisi gadungan terhadap dua pedagang jam Online, Akbar Satria (25) dan Edvi Purnomo (25) warga Tembung yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah masih berlanjut.

Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan saat memaparkan penangkapan para penipu tersebut.  (foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)
Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan saat memaparkan penangkapan para penipu tersebut.
(foto: Adek Siahaan-kabarhukum.com)

Perkembangan terbaru soal kasus tersebut adalah para pelaku melakukan aksi nekatnya karena ketergantungan narkoba.  Bukan itu saja, salah seorang pelaku berinisial SIH (21) disebut-sebut merupakan anak dari salah seorang pegawai Departemen Keuangan Direktorat Bea Dan Cukai.

“Jadi kemarin waktu kejadian di Hotel Garuda Plaza, para pelaku ada menunjukkan narkoba di dalam satu paket plastik kecil. Mungkin pun mereka ada yang memakai narkoba,” ujar Akbar, pemilik toke jam online yang merupakan korban perampokan, Rabu (26/8/2015) ini.

Selain itu, korban mengatakan, bahwa salah seorang tersangka disebut-sebut anak seorang pegawai Bea Cukai. “Salah seorang pelaku itu anak pegawai Bea Cukai. Malah pagar rumah anak Bea Cukai itu menggunakan remote,” serga Akbar.

Terpisah, Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Polresta Medan, AKP Bayu Samara yang dimintai konfirmasi enggan menceritakan identitas pelaku. Namun, ia menyatakan bahwa para pelaku nekat merampok untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Kalo soal narkoba saya tidak tahu. Waktu ditangkap tidak ada narkobanya. Sedangkan untuk identitas pelaku yang katanya anak pegawai Bea Cukai, saya tidak berani komen. Tapi mereka beraksi untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya,” terangnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polresta Medan berhasil mengamankan 6 pelaku perampokan dengan modus mengaku sebagai polisi gadungan yang mengakibatkan kerugian korbannya mencapai Puluhan Juta Rupiah. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda