#Haji2015: Melintas Jabal Magnet Hingga Oase Ridan yang Tak Menyerap Air

Jabal Magnet dengan alur bertuliskan lafaz Allah dan pohon Sialah. (Foto: Muja HD-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Madinah | Bukit Toibah atau yang sering disebut sebagai Jabal Magnet adalah satu bukit yang tersusun menyerupai bentuk huruf U. Bukit ini berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Madina. Memang, bukan kali ini saja orang mengetahui soal keajaiban berupa daya tarik magnet di gunung ini. Namun, ketika kabarhukum.com melintasinya, tak ayal, ketakjuban serta keluarbiasaan ciptaan Allah langsung mengemuka.

Jabal Magnet dengan alur bertuliskan lafaz Allah dan pohon Sialah.  (Foto: Muja HD-kabarhukum.com)
Jabal Magnet dengan alur bertuliskan lafaz Allah dan pohon Sialah di Madinah.
(Foto: Muja HD-kabarhukum.com)

Sebelum memasuki kawasan jabal magnet ini kita akan memasuki kawasan oase yang disebut dengan Ridan. Kawasan ini adalah kawasan yang tidak meresapi air. Jadi setiap kali hujan datang airnya sama sekali tidak terhisap ke dalam bumi.

Karena wujudnya yang seperti itu maka kemudian pemerintah setempat membangun satu danau buatan seperti waduk penampungan air yang diberi nama Danau Ridan. Kawasan ini setiap akhir pekan (hari Jum’at dan Sabtu) akan dipadati oleh warga madinah yang piknik di pinggir danau ridan tersebut.

Jalan yang mulus dan beraspal sepanjang perjalan menuju jabal magnet sengaja dibangun oleh pemerintahan Arab Saudi untuk memudahkan para tetamu Allah yang ingin menyaksikan satu keajaiban yang allah tunjukkan di Kota Madinah ini. Artinya keberdaan magnet di gunung Toibah ini diakui oleh pemerintahan Arab Saudi dengan membangun fasilitas dan infrastruktur jalan yang memadai.

Di sepanjang jalan menuju jabal magnet ini juga ditanami pohon Sialah yang tersusun rapi. Pohon ini adalah jenis pohon yang dapat bertahan di padang pasir. Jika musim panas, pohon ini tampak kering namun tidak mati. Tetapi pada musim dingin akan keluar bunga-bunga dari pohon sialah ini.

Di kawasan yang tandus dan gerasang ini adalah sering diisi kegiatan perkemahan baik bulanan dan atau mingguan.

Seperti dikatahui jika Anda memasuki kawasan jabal magnet ini maka kendaraan yang akan Anda kendarai terasa berat. Jika dalam keadaan norma bisa mencapai 120 kilometer/jam maka di jabal magnet hanya akan berkecepatan 40-60 kilometer/jam.

Namun sebaliknya, jika Anda menuju jalan keluar dari jabal magnet maka kecepatan mobil akan bertambah. Bahkan tanpa Anda harus menekan pedal gas mobil Anda akan tetap berjalan normal. Itulah bagian dari keajaiban di jabal magnet setelah ditemukan untuk kali pertamanya oleh ahli tanah asal Perancis.

Jadi jika Anda sedang melaksanakan perjalanan ibadah haji atau umroh jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mengunjungi jabal magnet ini. (*)


laporan: Muja HD

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda