Laporan #Haji2015: Masjid Nabawi, Ziarah di Makam Rasulullah, Berdoa di Raudhah

KABARHUKUM-Madinah | Tak afdhal rasanya jika sudah sampai di Masjid Nabawi, Madinah, namun tidak menziarahi makam rasul. Sebab, menziarahi makam rasul adalah satu anjuran khususnya bagi mereka yang sudah berada di tanah haram (Makkah dan Madinah). Selain itu, dari masjid inilah nabi Muhammad SAW mulai mengembangkan masyarakat Islam. Dan reporter kabarhukum.com, Muja HD, beruntung berkesempatan berziarah ke sana di musim haji 2015 ini.

Raudhah di Masjid Nabawi terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah.  (Foto: Muja HD/kabarhukum.com)
Raudhah di Masjid Nabawi terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah.
(Foto: Muja HD/kabarhukum.com)

Seperti diketahui, rumah beliau dulunya berada di sebelah Masjid Nabawi. Dan ketika beliau wafat, beliau dimakamkan di rumahnya di sebelah Masjid Nabawi yang kini sudah menjadi satu kesatuan masjid. Artinya, mengunjungi makam rasulullah sama dengan mengunjungi kediaman beliau ketika hidup dulu. Tentunya, bentuk dan letak masjid Nabawi di masa nabi dan di masa sekarang tentulah tidak sama.

Banyak jamaah haji yang memanfaatkan musim haji dan umroh, untuk berziarah dan berdoa di makam nabi. Dalam sebuah riwayat dijelaskan, barangsiapa yang mengunjungi makamku sama dengan mengunjungiku sewaktu hidup. Apalagi, di musim haji, maka semakin padatlah jemaah yang berbondong-bondong menziarah

i makam rasul.

Selain itu, tepat di samping makam rasul juga berada makam sahabat yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar ibn Khatab. Di mana Taman Raudhah?

Kalimat “Taman Raudhah” sendiri sebenarnya tidak tepat, karena arti kata “raudhah” adalah taman. Dalam sebuah hadits yang diriwiyatkan Bukhari Muslim, Abu Hurairah RA menyampaikan, Rasulullah bersabda “Area di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) dari raudhah (taman-taman) surga.”

Nah, makam rasulullah bersebelahan dengan mimbar di masjid Nabawi. Tepat di antara mimbar dan makam rasulllah itulah yang dinamakan Raudhah. Area yang dinamakan Raudhah ini dibatasi tiang berwarna putih dan juga karpet warna hijau yang menutup lantainya. Warna karpet ini berbeda dengan warna karpet Masjid Nabawi yang umumnya berwarna merah.  Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau. Karpet itu membentang dari makam Rasulullah hingga ke arah mimbar.

Di area yang tak luas itu, sebenarnya akan sulit berdoa ketika di musim haji karena ramainya jemaah. Semuanya berdesak-desakan dalam keadaan berdiri. Karena itu, doa tidak bisa panjang-panjang dipanjatkan karena suasana masjid yang penuh sesak dengan jemaah yang mengantri. Sudah lazim diketahui kalau doa yang dipanjatkan di taman Raudhah maka akan mustajab atau dikabulkan. (*)


laporan: Muja HD

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda