Malam Itu, Juwita Hampir Berhasil Merampok…

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono didampingi Kanit Pidum Polresta Medan saat memaparkan tangkapan pelaku perampokan. (foto: adek siahaan-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Juwita Boru Sembiring (20) warga Jalan Stela, Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan dan Devi Rainanda (15) warga Jalan Simpang Kuala Pasar Inpres Padang Bulan Medan, masih lagi muda. Tapi mereka harus menangis saat digelandang personil unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Medan, Selasa (25/8/2015).

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono didampingi Kanit Pidum Polresta Medan saat memaparkan tangkapan pelaku perampokan.  (foto: adek siahaan-kabarhukum.com)
Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono didampingi Kanit Pidum Polresta Medan saat memaparkan tangkapan pelaku perampokan.
(foto: adek siahaan-kabarhukum.com)

Mereka berdua sebelumnya diamankan petugas Unit Pidum Satreskrim Polresta Medan yang sedang melakukan patroli. Juwita dan Devi diamankan bersama empat pria yang merupakan rekannya dari depan perumahan Citra Garden, Jalan Letjen Djamin Ginting Medan, Senin (24/8/2015) kemarin.

Empat rekannya tersebut adalah Porman Silaban (18) warga Jalan Balai Kelurahan Psr VIII, Padang Bulan Medan, Candra Girsang (20) warga Jalan Pintu Air IV Gg Maju, Lingk VIII Medan, Nando Pinem (19) warga Jalan Pintu Air II No 17, Kecamatan Medan Johor, Sadrah Tarigan (20) warga Jalan Djamin Ginting Gg Kata Mulih No 18-B, Kecamatan Medan Johor.

Keenam pelaku ini, hampir berhasil menikmati hasil curiannya setelah memata-matai dua korbannya, Lumban Martahan Siahaan dan Erwin Tamba yang sedang mengambil uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) depan perumahan Citra Garden Jalan Djamin Ginting P Bulan Medan, Senin (24/8/2015) pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono didampingi Kanit Pidum Polresta Medan, AKP. Bayu Putra saat ditemui di ruangan kerjanya di Lantai II gedung Satreskim Polresta Medan mengatakan, awalnya kedua wanita ini masuk ke mesin ATM dengan berpura-pura meminjam Handphone korbannya.

Di saat korban lengah, keempat pria yang sudah memantau dari belakang langsung meminta uang kepada sejumlah korban. “Sini uang kalian mau kupakek untuk beli makan kami,” kata Aldi menirukan perkataan keempat pelaku.

Merasa ketakutan, lanjut Aldi, kedua korban memberikan seluruh uang yang telah mereka tarik dari mesin ATM. Berhasil mengamankan harta benda korban, keenam pelaku yang diketahui putus sekolah sejak SMP langsung melarikan diri menggunakan dua sepeda motor korban,” jabar Aldi.

Mantan Kapolsek Medan Sunggal ini menerangkan, karena merasa jadi korban perampokan, korban langsung membuat laporan ke Mapolresta Medan. “Di situ koban pun langsung mendatangi Mapolresta Medan, sesuai dengan Surat Tanda Laporab Polisi Nomor: LP/2287/VIII/K/2015/Resta Medan,” terang Aldi.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, tambah Aldi, pihaknya langsung bertindak cepat dengan menyisiri jalan-jalan di kawasan Padang Bulan, dan berhasil mengamankan ke enam pelaku di Psr I Padang Bulan.

Selain mengamankan para tersangka, yang beraksi dengan modus mencari orang yang sedang mengambil ATM ketika jalanan sepi dan korban lengah petugas juga berhasil mengamankan harta benda korban berupa, dua Unit Sepeda motor, satu Unit Hp merek Lenovo Dolby warna Hitam, satu Unit Hp Smart Frend waran Hitam dan uang tunai Rp 3.400.000 (Tiga Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) sebagai barang bukti.

Para pelaku yang sempat diwawancarai tidak menampik perbuatannya. Bahkan, pelaku mengatakan sudah sering melakukan hal serupa. “kami sudah tiga kali beraksi, biasa kami main memang di daerah situ,” ujar pelaku.

Ironisnya, uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk befoya-foya dan memenuhi kebutuhannya atas narkoba. “Kalo berhasil merampok uangnya untuk hura-hura, beli narkoba bang, sama untuk makan paling,” ujar Porman salah satu pelaku. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda