Mini Market Waralaba di Lubuk Pakam Menjamur, Kedai Sampah Menjerit

KABARHUKUM–Lubuk Pakam | Menjamurnya pendirian gerai usaha retail (franchise) dalam bentuk mini market waralaba di kabupaten Deli Serdang ternyata sudah lama meresahkan masyarakat.

Mini Market
Salah satu mini market waralaba yang baru berdiri di kota Lubuk Pakam. (Foto: Maestro Sihaloho)

Lina (36), seorang ibu rumah tangga yang membuka kedai sampah kecil-kecilan di rumahnya mengaku, bahwa banyaknya berdiri mini market di sekitar wilayahnya sangat berdampak terhadap menurunnya hasil penjualan usahanya.

“ Jelas ada la pengaruhnya. Sekarang banyak konsumen kita yang sudah lari ke mini market itu, karena di situ barangnya lebih lengkap dan pake AC pula lagi,” ujar warga Kelurahan Lubuk Pakam I/II ini, Rabu (26/8/2015).

Bukan hanya itu, Lina mengatakan mini market waralaba itu tak ubahnya seperti “pukat harimau”. “Mini market itu seperti pukat harimau, semuanya ada dijual di situ, bahkan pulsa, gas dan bayar listrik ada di situ. Pokoknya lengkaplah, gak mungkin kita bisa bersaing. Kalaupun ada yang mampir ke kedai kita, mungkin itu cuma sisa-sisa,” jelasnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Syafri (45) yang juga warga Kelurahan Lubuk Pakam I/II menilai kebijakan Pemda Deli Serdang yang terlalu royal memberi izin berdirinya mini market waralaba itu adalah sesuatu sangat tidak adil dan betul-betul mencederai prinsip  ekonomi kerakyatan.

“Heran kita nengok pemerintah ini, di satu sisi mereka dengan kasar mengusir para pedagang kaki lima di pajak (pasar tradisional-red) karena alasan untuk menegakkan ketertiban, namun di sisi lain mereka justru mendukung berdirinya usaha-usaha kapitalis seperti mini market itu. Pemerintah kita sungguh tak adil!” ujarnya.

Seperti diketahui, di sekitar kota Lubuk Pakam saat ini berdiri puluhan mini market waralaba dengan berbagai label, seperti Indomaret, Alfa Mart dan Alfa Midi. Anehnya, posisi mini market waralaba yang menjamur itu tersebar secara ekspansif dan tampak tak beraturan. Misalnya di sekitar Lapangan Segitiga Lubuk Pakam berdiri tiga mini market yang jaraknya sangat berdekatan, masing-masing hanya berjarak sekitar 300 meter dan dekat dengan pasar tradisional. Begitu juga di Desa Sekip ada dua mini market waralaba yang berdiri nyaris hadap-hadapan. (*)


Editor: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda