Yoesri Isfa: Pemkab Deli Serdang Harusnya Selektif Beri Izin Pendirian Mini Market Waralaba

KABARHUKUM–Lubuk Pakam | Menjamurnya pendirian gerai usaha retail dalam bentuk mini market waralaba di kabupaten Deli Serdang disinyalir karena selama ini Pemkab Deli Serdang terkesan terlalu “obral” memberikan izin pendirian usaha franchise tersebut. (Baca juga: Pemkab Deli Serdang Beri Izin Pendirian Mini Market Waralaba Tanpa Regulasi).

yoesri isfa
Yoesri Isfa

Menanggapi hal tersebut, Yoesri Isfa, seorang warga Deli Serdang mengatakan, mestinya Pemkab Deli Serdang harus selektif dan mengkaji ulang kebijakan tersebut.

“Jangan hanya soal kenyamanannya saja yang dinilai. Tapi coba lihat betapa banyaknya yang menjerit, terutama rakyat Deli Serdang yang berprofesi pedagang kecil rumahan akibat kalah bersaing dengan alfamart dan indomart,” ujar Yoesri yang juga merupakan seorang akademisi ini kepada kabarhukum.com, Rabu (26/8/2015).

Namun Yoesri bisa memaklumi hal itu. “ Biasalah, yang buat kebijakan itu ‘kan belum tentu orang Deli Serdang, maka sense of crysis nya juga pantas dipertanyakan,” ungkapnya

Kemudian, terkait soal harga, kata Yoesri, yang dijual di situ (mini market waralaba-red) belum tentu lebih murah, apalagi ada indikasi setiap konsumen yang belanja di situ dieksploitasi secara halus, dimana pengembalian yang 200 perak sampai dengan 1000 perak misalnya dikompensasi untuk ini dan itu. “Tapi gak jelas peruntukannya!” tandasnya.

Jadi, menurut Yoesri, ke depan sangat perlu dibuat Perda khusus berkenaan dengan mini market waralaba, seperti juga yang ada di daerah lain

“Pembuatan Perda itu sangat perlu dan mendesak. Kalau pun diizinkan harus ada syarat yang mencantumkan 40-50%yang dijual merupakan produk masyarakat lokal,” pungkasnya. (*)


Editor: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda