Perampok Besar Vs Perampok Kecil

KABARHUKUM – Alkisah, seorang perampok kecil mendatangi perampok besar, biasalah¬† misinya untuk minta “jatah”. Kedatangan perampok kecil ini ternyata bukan yang pertama, tapi untuk kesekian kalinya, bahkan sudah tak terhitung.

debatable
Ilustrasi debat perampok besar vs perampok kecil.

Biasanya tiap kali ditemui perampok kecil, si perampok besar selalu well-come. Tapi entah kenapa kali ini raut muka si perampok besar tampak ketat dan masam, sepertinya tak senang dengan kedatangan si perampok kecil.

” Lama-lama kutengok kau udah kayak perampok, tiap datang selalu deren, minta pucuklah, minta arahanlah dan minta perintahlah,” ujar si perampok besar dengan nada emosional.

” Sabar ketua, gak usah mara-marahlah. Aku datang ke sini baek-baek, gak mau gaduh,” jawab perampok kecil.

” Iya, lama-lama tak tahan juga aku, kayak mesin ATM aja kau buat aku,” ujar Sipermpok besar dengan nada yang lebih tinggi.

” Alaaah, cemananya ketua ini, tau sama tau ajalah, kitakan sama-sama perampok. Bedanya kalo ketua selalu tarik besar, sedangkan aku dapat taik-taiknya cukuplah. Jadi kalo gak mau dirampok, ketua gak usah lagi merampok. cocok kan ketua ?!” kata si perampok kecil.

Mendengar ucapan si perampok kecil muka si perampok besar makin ketat dan masam.

” Udahlah, capek ngomong sama kau, sana cepat kau cabut !” ujar si perampok besar sambil memberikan selembar rupiah warna merah kepada si perampok kecil.


Kreator: Maestro Sihaloho

Komentar Anda