Rupiah Anjlok, Bisnis Komputer 70% Sudah Bangkrut

KABARHUKUM-Jakarta | Kurs Rupiah yang sudah melewati angka Rp 14.000 benar-benar jadi bom yang tak sedap bagi perekonomian Indonesia. Misalnya, bisnis komputer dan elektronik. Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) mencatat, bisnis komputer di Indonesia sebenarnya 70% sudah bangkrut. Anjloknya rupiah dituding menjadi biang. Pasalnya, bisnis komputer sangat tergantung pada nilai kurs.

ilustrasi (foto: umkmnews)
ilustrasi (foto: umkmnews)

Nursyamsi, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Nursyamsi mengatakan krisis ekonomi tahun 2015 ini dampaknya melebihi krisis yang terjadi pada tahun 2008.

“Sebagai pengusaha komputer, saya juga mengalami krisis ekonomi di tahun 2008. Tapi krisis 2015 ini kondisinya lebih parah untuk pengusaha komputer sebab daya beli masyarakat drastis melemah,” kata Nursyamsi di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Kelesuan bisnis komputer sudah dirasakan sejak gadget menguasai pasaran di Indonesia sejak 2012 lalu. “Data terakhir di Apkomido, sekitar 70% anggota yang bermain di laptop dan komputer sudah hancur bisnisnya,” ujarnya.

Apkominda sendiri berencana meminta vendor dan prinsiple memproduksi komputer atau laptop sesuai dengan daya beli masyarakat yang lagi terpuruk ini. Dia juga mengungkap, kalau banyak anggota mereka yang berubah haluan menjadi pedagang konsinyasi barang dari distributor untuk menyelamatkan gaji karyawan semata. (*)

sumber: jpnn

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda