Rupiah Anjlok, Pebisnis Komputer di Merak Jingga Medan Menjerit

KABARHUKUM-Medan | Di tengah anjloknya nilai tukar rupiah ke dollar Amerika Serikat (AS) hingga mencapai Rp 14.000 lebih, banyak pedagang yang menjerit karena dampak negatif dari hal ini. Salah satu sektor yang terkena adalah bisnis komputer. Di Medan, salah satu bursa komputer ada di Jalan Merak Jingga, Medan. Seperti yang terjadi di kawasan lain di seluruh Indonesia, pedagang komputer yang berada di jalan Merak Jingga Medan juga sudah mulai menjerit akan dampak menurunnya harga rupiah.

Pengguna laptop sedang beraktivitas. Di tengah anjloknya nilai rupiah, bisnis komputer yang tergantung pada dollar AS, terkena imbas negatif.  (foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)
Pengguna laptop sedang beraktivitas. Di tengah anjloknya nilai rupiah, bisnis komputer yang tergantung pada dollar AS, terkena imbas negatif.
(foto: Dhabit Barkah Siregar-kabarhukum.com)

Misalnya, Awin, pemilik toko MHZ yang berada di Jl Merak Jingga No 172, Medan. Awin mengeluhkan daya jual di tokonya menurun. Meski hanya perbandingannya sedikit antara sebelum dan sesudah anjloknya rupiah, namun dia mengatakan, mereka masih menunggu posisi di bulan September depan.

Awin meyakini jika terus seperti ini hingga bulan September mendatang, daya jual di tokonya akan mengalami penurunan tajam. “Kalau untuk akhir-akhir bulan ini, masih belum berpengaruh kali. Tapi kalau udah bulan 9, distributor naikkan harga, ya pasti kita naikkan harga juga,” ungkap Awin kepada kabarhukum.com pada Kamis (27/8/2015) sore tadi.

Namun tidak hanya Awin yang mengalami hal tersebut, Herianto dan Tami dari toko lain di Merak Jingga juga mengeluhkan hal tersebut. Tami mengakui, saat ini daya jual di tokonya masih stabil. Tetapi, hal tersebut bukan berarti pertanda baik baginya. Dirinya mengalami dampak krisis ini secara langsung, lantaran memasok berbagai sparepart dari distributor menggunakan dollar.

“Kalau laptop nggak terlalu naik kali. Tapi kalau sparepart seperti harddisk, flashdisk dan lainnya, itu pakai dollar belinya. Jadi kita mengalami langsung dampaknya,” tandasnya. (*)


laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda