Terjerat Pasal Korupsi dan TPPU, Khaidar Aswan Terancam 20 Tahun Penjara

Terdakwa Khaidar Aswan mengajukan kredit dengan mengatasnamakan 280 karyawan Kopkar Pertamina UMPTS-1 Medan. Padahal para karyawan tersebut tidak mengetahui namanya dimasukkan dalam pengajuan kredit tersebut

Khaidar Aswan (Baju Koko Hijau), Sri Muliani dan Bambang Wirawan saat di PN Tipikor Medan (foto: d-one)
Khaidar Aswan (Baju Koko Hijau), Sri Muliani dan Bambang Wirawan saat di PN Tipikor Medan
(foto: d-one)

KABARHUKUM-Medan | Kalimat itu adalah sebagian kecil dari surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rehulina Purba dihadapan majelis hakim yang diketuai Berlian Napitupulu di ruang Cakra I Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Kamis (27/8/2015).

Seperti diketahui sebelumnya bahwa mantan Ketua Koperasi Karyawan (Kopkar) Pertamina UMPTS-1 Medan, Khaidar Aswan dengan Sri Muliani selaku Kepala BRI Agro KCP Jalan S.Parman dan Bambang Wirawan selaku Account Officer BRI BRI Agro KCP Jalan S Parman (berkas terpisah), menjalani sidang perdananya.

Mereka didakwa secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi kredit fiktif BRI Agro Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jalan S Parman senilai Rp 20 miliar dari total pencairan dana Rp 25 miliar.

Dalam dakwaan itu, jaksa juga menyatakan bahwa selain 280 karyawan tersebut tidak mengetahui namanya dimasukkan dalam pengajuan kredit, ternyata juga sebagiannya sudah ada yang pensiun.

Lanjut Rehulina, saat Khaidar melakukan pengajuan kredit, Sri Muliani sempat meminta Khaidar untuk membenahi berkas pengajuan kredit tersebut. Namun, kredit tersebut akhirnya terpaksa diproses oleh pihak bank, karena Khaidar terus meminta.

Jaksa menjerat para terdakwa ini dengan Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, dalam dakwaan primer.
Sementara dalam dakwaan subsider, para terdakwa dijerat jaksa dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No20/2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Khusus terdakwa Khaidar Aswan, ditambah lagi dengan Pasal 3, Pasal 4 Undang-undang No 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Mendengar itu, Khadiar Aswan melalui kuasa hukumnya, Oktoman Simanjuntak meminta waktu selama dua minggu kepada mereka untuk mengajukan eksepsi.(*)


Editor: Ki andang

ARTIKEL TERKAIT

One Thought to “Terjerat Pasal Korupsi dan TPPU, Khaidar Aswan Terancam 20 Tahun Penjara”

  1. […] Mereka dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dalam dakwaan primer. Sementara dalam dakwaan subsider, para terdakwa dijerat jaksa dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(Baca: Terjerat Pasal Korupsi dan TPPU, Khaidar Aswan Terancam 20 Tahun Penjara) […]

Komentar Anda