Kacau, Bareskrim Indikasikan Tersangka Koruptor di Antara 48 Capim KPK

KABARHUKUM-Jakarta | Panitia seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus benar-benar teliti terhadap proses pencalonan calon pimpinan KPK di masa mendatang.

Panitia seleksi KPK  (fot: net)
Panitia seleksi KPK
(fot: net)

Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri yang sudah menyerahkan rekomendasi rekam jejak 48 capim KPK ke pansel, mengungkap kalau di antara ke-48 orang tersebut, ada yang diindikasikan tersangka korupsi. “Ada yang korupsi ada yang pidana umum,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Budi Waseso di Mabes Polri, Jumat (28/8/2015).

Namun, Budi enggan menyebutkan nama-nama yang tersangkut pidana. Kendati demikian, Budi mengaku siap membuka ke publik terkait Capim yang tersangkut pidana dikemudian hari. “Di kala nanti jadi suatu permasalahan. Di kala kita tangani lalu menjadi suatu kericuhan dan saling mempertanyakan, saya akan membuka itu secara terbuka,” Budi menegaskan.

Namun pastinya, kata Budi, semua catatan terkait 48 Capim KPK yang ditelusuri rekam jejaknya sudah diserahkan ke Pansel maupun Kapolri. Bahkan, satu orang sudah meningkat menjadi tersangka.

Terkait itu, pansel pun berjanji akan meneliti catatan tersebut. “Sebagai orang pidana, saya akan melihat catatan merah itu berkaitan dengan apa, apakah yang bersangkutan ada potensi mungkin berkaitan dengan kasus lain. Kasus lain ada pelaku utama,” ujar anggota Pansel Capim KPK Yenti Garnasih di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).

Yenti juga menilai, pihaknya akan meneliti apakah calon pimpinan yang diberi catatan merah tersebut pernah disidik atau belum. Dikatakan Yenti, catatan polisi itu potensial bagi pansel. “Misalnya kita pilih, terus dijadikan tersangka, itu kan kita tidak mau menginginkan itu,” katanya.

Yenti menegaskan, pihaknya tidak akan memberi tahu siapa saja yang diberi catatan merah oleh badan yang dipimpin Komjen Pol Budi Waseso itu. “Saya tidak mau mengatakan apakah ada atau siapa yang bercatatan merah, karena itu tidak boleh disampaikan,” katanya. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda