Rektor UMSU: Beda dengan Yayasan, PTM Lebih Dipercaya Karena Statusnya Jelas dan Terjamin

KABARHUKUM-Medan | Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan terbesar di dunia, khususnya di bidang pengelolaan  pendidikan. Sampai hari ini, tercatat Muhammadiyah sudah memiliki 172 PTM di Indonesia.

Agussani
Dr. Agussani MAP, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).  (Foto: Maestro Sihaloho-kabarhukum.com)

Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr  Agussani MAP saat memberikan arahan pada pelantikan Majlis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMSU periode amaliah 2015-2016 di Kampus UMSU Jalan Kapt. Mukhtar Basri Medan, Jum’at (28/8/2015).

Menurut Agussani, sampai kini belum ada satupun ormas di republik ini, bahkan di dunia ini yang bisa menyamai prestasi Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan. Lembaga pendidikan Muhammadiyah pun menyebar dari Sabang sampai Merauke dengan jenjang yang sangat beragam, mulai dari TK/TPQ, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK,  sampai Perguruan Tinggi. (Selengkapnya baca: Data Amal Usaha Muhammadiyah)

“Bukan hanya lembaga pendidikan, Muhammadiyah juga sukses mengembangkan bidang amal usaha lainnya, seperti Rumah Sakit, Panti Asuhan, Masjid dan sebagainya,” ujar Agussani.

Lebih lanjut Agussani menyatakan, bahwa yang menjadi faktor kesuksesan Muhammadiyah dalam mengelolah lembaga pendidikannya, terutama PT selama ini adalah  statusnya yang jelas dan terjamin. Muhammadiyah tidak akan pernah teralang-aling dalam rangka menjalankan proses pengembangan lembaga pendidikannya.

“Beda dengan lembaga pendidikan yang dikelola oleh yayasan, jika hari ini A besok belum tentu tetap A. Tapi kalu Muhammadiyah, hari ini A maka besok juga pasti A dan selamanya tetap A,” tegas Agussani.

Maka, kata Agussani, karena kepastian inilah yang mungkin membuat lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah mendapat kepercayaan publik. Dia juga bersyukur, sekarang UMSU, PTM yang dipimpinnya, sudah berhasil mendapatkan nilai A untuk Akreditasi Institusi. “Akreditasi Institusi ini akan menjadi ruhnya UMSU kedepan untuk semakin tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Agussani juga menjelaskan, bahwa pendidikan di dalam organisasi Muhammadiyah sangat terikat dengan nilai2 dasar perjuangan persyarikatan, artinya pendidikan dalam muhammadiyah harus menjamin terciptanya lulusan kader muhammadiyah yang cerdas sekaligus dapat berposisi sebagai kader organisasi yang tangguh demi kelangsungan organiasasi Muhammadiyah. (*)


laporan: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda