Tahan Getah Karet, BBTNGL Diprapidkan

KABARHUKUM-Medan | Dua orang pemilik getah karet, Mastur dan Kadarudin yang ditangkap dan ditahan pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) pada 13 Juli 2015 lalu, melayangkan gugatan pra peradilan (prapid).

ilustrasi
ilustrasi

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBTNGL, P Turnip, Jumat (28/8/2015) membenarkan hal itu dan mengaku siap menghadapinya karena merasa sudah menjalankan proses sesuai dengan prosedur yang berlaku. lanjutnya, sidang untuk gugatan Mastur akan digelar Senin (31/8/2015), sedangkan untuk Kadarudin akan digelar, Kamis (3/9/2015) mendatang.

“Itu modus mereka aja supaya gak ditahan, nanti tim dari Biro Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang akan turun untuk sidang,” ujar Turnip.

Sebagaimana diketahui Mastur dan Kadarudin ketangkap tangan membawa 2,5 ton getah karet bersama dengan Bambang Koto dan Afrizal Koto yang membawa 530 batang gagang cangkul dan 25 batang gagang dodos ukuran panjang 2,5 meter dan 11 batang gagang dodos ukuran panjang 2 meter yang diduga berasal dari dalam kawasan TNGL.(*)


 

Editor: Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

2 Thoughts to “Tahan Getah Karet, BBTNGL Diprapidkan”

  1. […] “Kami sekarang tinggal menunggu jawaban dari Pengadilan Negeri (PN) Medan agar ditunda Senin depan,” ucap Turnip. (Baca: Tahan Getah Karet, BBTNGL Diprapidkan) […]

  2. […] Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) tidak hanya dilakukan Mastur dan Kadarudin. (Baca: Tahan Getah Karet, BBTNGL Diprapidkan) Kali ini, Misan, pemilik truk dan getah karet dari Barak Induk juga ikut mengajukan gugatan […]

Komentar Anda