Emosi Ayah Meninggal, Kontraktor Todong Abangnya dan Perawat Pakai Air Softgun di RS Pirngadi

KABARHUKUM-Medan | Rohmat Wahyudi (31) menodongkan senjata jenin Soft Gun ke arah abangnya Budi. Penodongan itu tepat di halaman Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan pada Kamis (27/8/2015) pukul 19.30 WIB lalu. Kini, Rohmat akan di jerat dengan pasal berlapis. Demikian dikatakan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur. AKP Alexander Piliang saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2015).

penodongan (ilustrasi)
penodongan (ilustrasi)

“Tersangka akan kita jerat dengan pasal 335 KUHP dan UU darurat No 12 tahun 1951. Namun, hingga saat ini korban maupun pihak Pirngadi belum ada yang membuat laporan kepada kita,” katanya.

Begitupun, Rohmat masih bisa mendoakan dan mengangkat jasad ayahnya serta memasukan ayahnya ke liang lahat. Itu setelah dirinya dijamin.

“Istri dan keluarganya tadi datang untuk menjamin tersangka. Karena alasan rasa kemanusian, tersangka kita bolehkan pergi. Tetapi, hari Senin (31/8/2015) tersangka wajib datang ke Mako untuk diproses lebih lanjut,” kata Alex.

Di tempat terpisah, Humas RSU Pirngadi Edison Perangin-angin saat dimintai keterangannya, meminta kalau perawat yang merasa dirugikan harus membuat laporan.

“Sudah saya imbau semalam perawat, dokter untuk membuat laporan ke Polsek. Tapi hingga saat ini saya belum tahu apakah mereka sudah buat laporan atau belum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edison yang sudah lebih dari 2 tahun menjabat sebagai Humas Pirngadi, meminta pihak polisi tetap menyelidiki kasus aksi koboi tersebut. “Iya saya minta polisi bertindak, kalau pun bagaimana hasilnya, kepolisian Medan Timur-lah yang tahu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Nursairani Simatupang, Kriminolog Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU), mengatakan setiap manusia mempunyai individu yang berbeda. “Ada beberapa orang yang emosinya itu di jalankan tidak baik, karena prilaku tak terkontrol dan sifat yang buruk, emosi pun bisa timbul,” katanya.

Lebih lagi Rohmat yang nekat menodong abangnya, dinilai krimonolog ini karena sedih akibat sang ayah meninggal. “Tak mampu menahan diri, ini memang sulit dan susah di kontrol, kita manusia harus bisa menghilangkan prasangka buruk,” katanya kembali.

Diberitakan sebelumnya, Rohmad Wahyudi (31) mengamuk dan menodongkan senjata jenis Air Softgun kearah abang kandungnya dan para perawat di ruang Instansi Gawat Darurat (IGD) RS. Pringadi Medan (27/8/2015). Rohmat Wahyudi diduga syok dan emosinya tidak terkendali lantaran ayahnya, Yusdi Pranoto (61) warga Jalan Setia Budi Gang Famili meninggal saat dirawat di Rumkit milik Pemko Medan itu karena gagal ginjal. Aksi koboy kontraktor yang tinggal di Jalan Dr Mansyur, Gang Keluarga, Lingkungan IX, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal ini sontak membuat ruang IGD yang semula hening menjadi riuh. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

5 Thoughts to “Emosi Ayah Meninggal, Kontraktor Todong Abangnya dan Perawat Pakai Air Softgun di RS Pirngadi”

  1. annisa hastarie

    Jangan asal buat berita kalau cuma mengarang bebas. Saya menyaksikan kejadian yg anda buat judul pemborong mengamuk d rsu.pirngadi dan berita yg anda tulis smua tidak benar… dan anda bsa d kenakan pasal pencemaran nama baik…

    1. Terimakasih atas komentar Anda. Berita ini sudah dikonfirmasi ke pihak kepolisian dan dicek kembali oleh reporter kami. Namun, bila Anda mempunyai versi lain dari kasus ini, kami siap menerima informasi dari Anda. Sila kirim ke email redaksi.

      redaksi

      1. MVNS

        Airsoftgunnya jenis ap?

  2. Distributor Besi Baja Murah : Jual Besi Baja WF, Besi Baja H-Beam, Besi Plat, Besi Baja UNP, Besi Baja CNP, Besi Baja SIku, Bondek, Besi Baja Hollow, Besi Baja Wiremes, Besi Baja INP, Besi Beton http://distributorbesibaja.co.id/

  3. MVNS

    Pertanyaannya dari mana tersangka bisa mendapatkan airsoftgun tersebut?

Komentar Anda